Sikap Dan Perilaku Wirausaha



Ppt Menerapkan Sikap Dan Perilaku Kerja Prestatif

Sikap Dan Perilaku Wirausaha

SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN YANG SUKSES Sikap seorang wirausahawan adalah:
  1. Sikap selalu berpikir positif dalam menghadapi segala hal (positive thinking)

  2. Respons yang positif dari individu terhadap informasi, kejadian, kritikan, cercaan, tekanan, tantangan, cobaan, dan kesulitan

  3. Sikap yang berorientasi jauh ke depan, berpikiran maju, bersifat prestatif dan tidak mudah terlena oleh hal-hal yang sudah berlalu (think for the future, not the past), ia tidak mau hanyut oleh hal-hal yang bersifat sejarah dan kenyamanan sesaat.

  4. Sikap tidak gentar saat melihat pesaing (competitor).

  5. Sikap yang selalu ingin tahu, membuat ia selalu mencari jalan keluar bila ingin maju.

Perilaku Wirausaha Perilaku dan sifat tidak bisa dipisahkan untuk menjadikan lebih sempurna karena kedua-duanya memilliki karakteristik yang berbeda. Sikap itu cara pandang dan pola pikir (mindset) atas hal-hal yang dihadapinya, seperti rasa takut, kesulitan, cobaan, kritikan, saran, tekanan, dan hambatan yang mendasari sebuah tindakan. Sedangkan perilaku adalah tindakan (act) dari kebiasaan atas kebenaran yang ia pegang teguh. Kedua-duanya masuk menjadi ciri-ciri dan karakteristik wirausaha yang cerdas. Perilaku juga dapat disebut sebagai langkah dan tindakan yang ia lakukan untuk menghadapi dan menyiasati pekerjaan sehari-hari. 1. Perilaku wirausaha secara individu
  1. Teguh pendiriannya.

  2. Selalu yakin dengan apa yang ia kerjakan dan lakukan, sehingga terkadang cenderung keras kepala tetapi sebenarnya mempunyai konsep dan alasan yang kuat dalam melakukan sesuatu.

  3. Berperilaku profesional dalam arti punya tanggung jawab, komitmen tinggi, disiplin, berusaha tetap konsisten pada pendiriannya, serta jujur dan terbuka.

  4. Optimis dalam segala perilaku yang ia lakukan.

2. Perilaku wirausaha secara sosial dan lingkungan
  1. Berpenampilan rapi dan ingin disukai oleh setiap orang.

  2. Berperilaku baik sehingga banyak orang yang menyukainya.

  3. Senang memotivasi orang lain untuk tujuan yang baik.

  4. Menjadi teladan bagi teman bisnisnya, karyawan, dan pelanggannya.

  5. Pandai bergaul dan cakap dalam berkomunikasi sehingga banyak orang yang senang dengannya.

3. Perilaku wirausaha dalam pekerjaan
  1. Berorientasi pada tujuan dan tetap berkeinginan kuat pada hasil yang sempurna.

  2. Gila kerja (workholic) dan bekerja dengan baik sehingga tidak menyukai kelemahan (perfectionist)

  3. Tidak suka menunda pekerjaan dan selalu ingin cepat diselesaikan.

  4. Haus akan prestasi sempurna (excellence)

  5. Tuntas dalam mengerjakan tugas.

4. Perilaku wirausaha dalam menghadapi resiko
  1. Mengevaluasi resiko dan dampaknya terlebih dahulu.

  2. Mencari keputusan yang tepat dan optimal.

  3. Tidak takut terhadap resiko karena ia kuat dalam hal intuisinya.

  4. Waspada dan antisipatif sehingga selalu berperilaku proaktif.

5. Perilaku wirausaha dalam kepemimpinannya (leadership)
  1. Seorang pemimpin yang berani mengambil keputusan

  2. Perilakunya hati-hati karena menjadi contoh bagi yang lain.

  3. Membuat karyawan tenang dalam menjalankan pekerjaan dan tugasnya.

  4. Mempunyai karisma dan berjiwa besar.

Ketereampilan Wirausahawan Untuk sukses di dunia usaha, seorang wirausaha itu harus cerdas dan termpil, seperti layaknya seorang samurai yang bukan hanya tahu ilmu pedang saja tapi juga terampil menggunakannya serta kreatif dalam setiap gerakan manuvernya. Ketermpilan yang perlu dipunyai oleh seorang wirausahawan adalah: 1. Keterampilan dasar
  1. Keterampilan dalam memimpin

  2. Keterampilan memotivasi tim dan membangun tim yang kuat (team building).

  3. Keterampilan mengorganisasi tim

  4. Keterampilan mengatasi konflik.

  5. Keterampilan berkomunikasi.

2. Keterampilan khusus
  1. Keterampilan menjual (selling skill)

  2. Keterampilan teknis (untuk produksi)

    Contoh : usaha restoran butuh keterampilan memasak Usaha properti butuh keterampilan membangun

    Usaha bengkel butuh keterampilan mekanika

  3. Keterampilan mengoperasikan komputer dan teknologi informasi yang sekarang sudah menjadi kebutuhan penting dan bahkan sebagai syarat penting.

  4. Keterampilan menyusun konsep.

Masih banyak lagi keterampilan dasar dan khusus yang diperlukan oleh pengusaha (wirausahawan) untuk sukses tetapi jangan berpikir bahwa itu semua harus dipunyai secara bersamaan sekarang ini. Berbagai keterampilan itu bisa dimiliki secara beertahap sesuai dengan skala prioritas mana yang lebih penting dan mendesak (urgent) dalam bisnis anda. SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF 1. Belajar itu untuk hidup, sukses adalah prestasi Nilai adalah tolak ukur prestasi suatu proses belajar, bekerja, berpikir dan berusaha. Jadi, belajar adalah proses perjalanan anda. Sudah sejauh mana proses perjalanan anda? Bila kehidupan kita dilihat dari proses tahapan belajar, kita bisa membaginya menjadi dua proses belajar, yaitu belajar untuk ingin tahu (belajar dikampus) dan belajar untuk sukses (belajar di dunia baru setelah lulus kuliah seperti bekerja atau berwirausaha). Oleh karena itu jangan pernah berpikir bahwa belajar terjadi hanya ketika duduk dibangku kuliah. Sebab anda harus mempunyai siklus positif yang diawali dari belajar mencoba dan terus mencoba lagi. Merujuk pada pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa belajar itu harus mengejar prestasi baik saat duduk di bangku kuliah, bekerja maupun berwirausaha. Sikap dan perilaku kerja prestatif adalah cikal bakal dari proses meraih kesuksesan. 2. Belajar bermimpi lalu mencoba sebagai langkah awal sikap dan perilaku prestatif Impian (dream) dan berani bermimpi adalah langkah awal sebelum sukses. Tidak ada orang yang sukses yang tidak berani bermimpi, dan punya mimpi tetapi tidak memiliki soul atau jiwa jika tidak diisi dengan hasrat atau keinginan untuk mewujudkannya. Dengan mempunyai semangat akan menjadikan mempi anda memiliki kekuatan, yaitu the power of dream. Inilah yang mengawali sikap dan perilaku kerja prestatif. Diawali sebuah mimpi sebagai sumbunya, diisi oleh semangat sebagai lilinnya serta hasrat untuk maju dan terwujud sebagai api yang membakar gairah anda. Ada 4 jenis dan tipe orang dalam melihat kesuksesan seseorang. Banyak yang ingin sekses tapi tidak siap untuk ikut berlomba. Sukses adalah piala yang diperebutkan oleh orang banyak, tetapi tanpa ikut 'perlombaan kesuksesan'. Keempat jenis itu adalah:
  1. Jenis yang tidak mau bermimpi - sehingga ia menghindari kerja keras tetapi ingin sukses

    (malas)
  2. Jenis penonton - ingin sukses dan bermimpi tetapi tidak mau kerja keras

  3. Jenis follower atau peserta - sudah punya mimpi dan ingin sukses tetapi belum lomba untuk sukses mampu mewujudkan karena belum mempunyai sikap

    dan perilaku kerja prestatif
  4. Sang juara atau the champion - sudah pasti punya mimpi, hasrat, ingin suksesnya kuat,

    merencanakan, dan terus mencoba serta berpikir

    kreatif untuk menjadi yang terbaik.

SEMANGAT WIRAUSAHA Semua kegiatan kita sehari-hari juga memiliki prinsip-prinsip yang sama dengan pola kerja dalam penerapan kewirausahaan. Jadi, pola pikir dan pola kerja kewirausahaan mirip dengan kegiatan hidup kita sehari-hari. Faktor Semangat Itu Penting dalam Berwirausaha Apa itu Semangat Kewirausahaan Semangat dan gairah merupakan hal yang menarik untuk dijelaskan secara lebih detail. Tampaknya sama namum intinya berbeda.

Semangat : energi untuk mengerjakan suatu pekerjaan karena ada keinginan dan hasrat untuk mencapainy, yaitu adanya unsur manfaat dan tujuan.

Gairah : energi yang diperlukan dalam mengerjakan suatu pekerjaan karena ada unsur kecintaan, kesukaan, dan hobi di dalamnya (love). Jadi, bukan semata-mata karena manfaat dan tujuannya saja.

Sumber energi yang dibutuhkan dalam kegiatan kewirausahaan atau kegiatan apapun adalah mempunyai semangat (ada harapan) dan gairah untuk mengerjakannya. Kunci penting dalam menciptakan semangat kewirausahaan itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
  1. Figur bagi seseorang guna membangkitkan semangat karena melihat orang itu sukses dan kaya, maka ia ingin menjadi seperti orang itu.

  2. Suka mencari tantangan baru untuk mencptakan gairah, yaitu cinta akan kewirausahaan.

  3. Kepepet atau keterpaksaan karena harus tetap bertahan (survive) dan hidup.

  4. Keinginan untuk memperbaiki taraf hidup yang lebih baik lagi; tidak ingin miskin selamanya.

  5. Mengalami kegagalan dalam meniti karier pekerjaan dan mengambil jalan pintas untuk semangat menjadi wirausahawan.

  6. Memang cita-cita sejak kecil untuk menjadi wirausahawan.

  7. Kenyamanan dan financial freedom-nya.

Kegagalan Orang Meraih Prestasi Banyak orang yang mudah gagal, takut gagal, dan tidak berkeinginan untuk mewujudkan cita-citanya agar hidupknya menjadi lebih baik lagi cenderung mengeluh, menyalahkan orang lain, dan menghibur dirinya bahwa dirinya memang diharuskan hidup miskin. Padalah itu hanya pikiran mereka saja. Tidak benar anda tidak bisa sukses. Kegagalan orang dalam meraih kesuksesan berawal dari apa yang ia pikirkan atau cenderung negatif. Apa Kuncinya agar Memiliki Semangat Kewirausahaan Kunci sukses dalam membangun semangat kewirausahaan adalah tidak takut gagal dan jangan mengenal arti gagal dalam kamus hidup anda. Bila kita takut gagal, artinya semangatnya akan turun sebanding dengan besarnya rasa takut untuk gagal. Semangat dan gairah yang dibekali pola pikir merupakan kunci kemajuan usahanya didukung dengan sikap bekerja yang efektif dan efisien. BEKERJA EFEKTIF DAN EFISIEN Sikap kerja yang efektif dan efisien harus dimiliki oleh seorang wirausahawan dalam mewujudkan bisnisnya menjadi bisnis yang punya standarisasi sistem operasional yang berorintasi pada mutu. Efisiensi Efisiensi berarti sebuah hasil telah dicapai dan diwujudkan melalui perencanaan dan pengelolaan yang optimal dengan mengutamakan alat yang tepat, biaya yang lebih rendah sesuai rencana atau penekanan pada waktu penyelesaian yang lebih cepat. Bila dirincikan secara lebih jelas lagi, efisiensi itu berorientasi pada salah satu atau beberapa aspek berikut ini:
  1. Pencapaian target biaya yang dikeluarkan masih di bawah rencana. Berarti ada selisih antara target denga ralisasi biaya yang kita sebut efisiensi.

  2. Proses yang dipilihnya lebih terfokus pada penggunaan alat, dengan cara dan taktik yang diperhitungkan dengan baik dan matang agar diperoleh hasil yang maksimal.

  3. Pencapaian target tunggal dari aspek waktunya lebih cepat dari target yang direncanakan untuk menghasilkan target penjualan yang sesuai dengan yang diinginkan, yaitu aspek biaya atau aspek waktunya.

Efektivitas Pemikiran yang efektif itu lebih berorientasi pada penggabungan dari aspek-aspek dibawah ini yang dikategorikan dan disinergikan untuk mencapai tujuannya sejara optimal, yaitu:
  1. Kualitas yan baik (quality)

  2. Waktu yang tapat (time)

  3. Biaya yang optimal (cost)

  4. Sistem yang benar

  5. Metode kerja sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan (SOP)

  6. Alat yang benar dan tapat

Prinsip kerja yang efektif adalah prinsip kerja yang mengutamakan 4 hal utama pencapaian kerja, yaitu:
  1. Ketepatan (accuracy): tepat waktu, sasaran, kualitas, dan biaya yang direncanakan atau dianggarkan.

  2. Kecepatan (speed): cepat dalam proses pengerjaannya dan waktu yang digunakan dalam menyelesaikannya.

  3. Hemat (efficiency): hemat biaya.

  4. Keselamatan dan keamanannya (safety): faktor keselamatan dan keamanan itu sangat diperlukan.

KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) Kepemimpinan mengandung 4 faktor kemampuan utama yang perlu dibangun, dibentuk, dan diberdayakan dengan baik, yaitu:
  1. Kemampuan memotivasi dan menjadi contoh bagi orang lain

  2. Kemampuan memimpin, memengaruhi, mendistribusikan kekuasaan (wewenang), dan memberdayakan anggotanya.

  3. Membangun tim dan kerja sama kelompoknya.

  4. Kemampuan berkomunikasi dan bernegoisasi untuk mengatasi konflik.

Apa Bedanya Manajemen dan Leadership Sebuah usaha tidak akan berkembang bila tidak ada tujuan (visi dan misi) dan pengorganisir yang memengaruhi perilaku karyawan dan kegiatannya agar bisa mewujudkan tujuan anda. Kemampuan itu adalah kemampuan manajerial dan kemampuan memimpin (leadership). Seorang wirausahawan adalah seorang pemimpin dan di manapun dia berada, wirausahawan mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan kepemimpinannya kepada para pengikutnya, yaitu bawahan-bawahannya. Kepemimpinan terkadang diartikan sebagai pemegang kekuasaan (power), otoritas, dan pembuat keputusan serta membuat inisiatif agar tujuan organisasi bisa tercapai dengan baik. Perbedaan kepemimpinan (leadership) dan manajemen (management) terdapat pada cara dan kegiatan serta kemampuannya untuk mewujudkan sebuah tujuan. Perbedaan itu bisa dilihat dalam uraian berikut ini:
  • Manajemen :suatu kegiatan, cara, dan proses untuk mengorganisir, mempromosikan, merencanakan, dan mengendalikan sehingga tujuan kelompok atau organisasi bisa tercapai dengan baik. Singkatnya adalah sebagai proses pencapaian tujuan organisasi melalui usaha orang lain.

  • Manajer : orang yang senantiasa memikirkan kegiatan manajemen untuk mencapai tujuan organisasi orang lain atau bawahannya termasuk pengikutnya.

  • Kepemimpinan : kemampuan (seni dan ilmu) orang yang berusaha untuk memengaruhi perilaku.

  • Pemimpin : orang yang mempunyai kemampuan (seni dan ilmu) kepemimpinan.

Jadi, seorang manajer juga seorang pemimpin tetapi seorang pemimpin belum tentu seorang manajer. Sifat Umum Keberhasilan Kepemimpinan Adapun sifat umum yang memengeruhi keberhasilan kepemimpinan di sebuah organisasi, yaitu:
  1. Mempunyai kecerdasan

    Pada umumnya kecerdasan seorang pemimpin yang berhasil lebih tinggi dari orang yang dipimpinnya, namun gap-nya tidak terlalu besar bila dibanding dengan pengikutnya.
  2. Hubungan dengan orang lain (interpersonal)

    Kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain sangat penting bagi seorang pemimpin dalam tujuannya untuk mengarahkan, membimbing, dan memengaruhi agar tujuan organisasi bisa tercapai.
  3. Kedewasaan

    Kepribadian yang bijaksana, tidak emosional, berpikiran positif, matang, dan bisa menjadi figur adalah modal penting dari seorang pemimpin untuk mencapai tujuannya.
  4. Motivasi orang lain

    Tanpa kemampuan untuk menciptakan semangat kerja yang tinggi, gairah dan motivasi bagi orang lain, pemimpin yang tidak mempunyai kemampuan ini sulit mencapai tujuannya.
  5. Motivasi diri sendiri

    Kemampuan memotivasi diri sendiri sangat penting sebelum memotivasi orang lain.
  6. Sikap dan perilaku

    Sikap dan perilakunya menjadi contoh bagi orang lain sehingga secara tidak langsung tindakannya diikuti orang lain.
  7. Integritas tinggi

    Ia selalu menjaga integritas (menyatunya tindakan, pikiran, sikap, dan perilaku) dan menjaga kesatuan kelompok agar tetap utuh sehingga ia rela berkorban demi kelompok dan tujuannya.
  8. Humoris

    Belajar humor itu penting untuk meredakan ketegangan dan menambah semangat. Seorang motivator harus bisa mengatur irama dan situasi agar semangat, gairah, dan suasana tetap terjaga dengan baik.
  9. Komitmen tinggi

    Menjaga komitmen dari apa yang ia ucapkan, tegaskan, dan nyatakan itu semua pentingnya dalam menjaga harga dirinya sehingga komitmen dan integritas itu menyatu dalam harga diri.
Jadi, seorang wirausahawan yang hebat juga merupakan seorang pemimpin yang handal. Untuk itu kita perlu mengulas pentingnya faktor-faktor seperti:
  1. Mengelola dan mengambil resiko

  2. Sikap pantang menyerah

  3. Kemampuan mengatasi konflik

  4. Menentukan visi dan misi usaha

  5. Berani mengambil resiko

SIKAP PANTANG MENYERAH ADALAH MODAL UNTUK SUKSES Semangat pantang menyerahlah yang bisa mewujudkan impian Anda Perjalanan menuju sukses itu begitu panjang dan terjal. Anda butuh semangat pantang menyerah dan kreativitas sebagai kemudi kapal bisnis anda. Bagaimana menciptakan semangat pantang menyerah sehingga kita bisa memilikinya? Caranya adalah sebagai berikut:
  1. Miliki prinsip hidup. Contoh:"hidup hanya sekali, untuk itu harus jangan tanggung-tanggung sukses".

  2. Keinginan kuat untuk berhasil terus dilatih dengan menciptakan kesuksesan kecil di setiap hari.

  3. Keuletan itu harus anda miliki denga berpikir bahwa sukses itu tidak ada yang instan.

  4. Nyatakan cita-cita anda dalam tullisan yang ditempelkan pada tempat yang sering anda lihat setiap hari agar tetap termotovasi.

  5. Persepsi tentang kegagalan diubah menjadi citra positif karena kegagalan itu adalah bagian dari sebuah permainan.

  6. Rencanakan resiko dari kegagalan itu tidak begitu besar nilainya atau kecil sehingga anda masih punya cadangan dana yang besar untuk memulai kembali tetapi harus belajar dari pengalaman.

  7. Sikap pantang menyerah itu harus dilatih, bukan tercipta dengan sendirinya.

KOMPETENSI DIBIDANGNYA DAN KOMITMEN YANG KUAT ADALAH KEMAMPUAN YANG DIBUTUHKAN Faktor utama untuk membangun sebuah komitmen diri dalam membangun kesuksesan adalah kompetensi. Kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kualitas individu yang meliputi sikap, pola kerja, pola pikir, semangat inovasi serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Jadi, seorang wirausahawan juga harus memiliki keterampilan-keterampilan lain untuk menunjang kempetensi dibidang bisnis yang meliputi:
  1. Keterampilan manajerial (managerial skill)

    Digunakan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengorganisir suatu pekerjaan agar dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
  2. Keterampilan konseptual (conseptual skill)

    Keterampilan dalam merancang suatu rencana, menyusun konsep, dan visi serta misi agar punya arah yang jelas.
  3. Keterampilan mengelola sumber daya manusia (human skill)

    Keterampilan memahami orang lain, berempati, berkomunikasi, memotivasi, memberi contoh, dan menjadi teladan bagi orang lain serta berelasi dengan pelanggan dengan baik.
  4. Keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan (decision making skill)

    Dalam proses menuju kesuksesan, seseorang tidak luput dari masalah. Oleh sebab itu, kompetensi wirausaha salah satunya adalah mengambil keputusan yang tepat.
  5. Keterampilan mengelola waktu (timing management skill)

    Dalam mewujudkan rencana kerja yang begitu padat, kita harus pandai-pandai mengelola waktu agar optimal dalam arti efisiensi dan efektif.
  6. Keterampilan teknis (technical skill)

    Dalam setiap jenis bisnis, pasti ada keterampilan teknis yang diperlukan sebagai keterampilan intinya (specialist skill).
Kemampuan intelektual entrepreneur adalah tingkat pengetahuan yang tinggi dimiliki seseorang dalam usahanya untuk meraih kesuksesan. Oleh karena itu kompetensi tanpa komitmen tidak akan ada artinya karena tidak bisa melakukan pekerjaan dengan tuntas dan berkualitas. Faktor-Faktor yang Menunjukkan Komitmen yang Tinggi Adapun faktor-faktor penting yang menunjukkan seseorang berkomitmen tinggi terhadap pekerjaannya adalah sebagai berikut:
  1. Mempunyai dedikasi

    Ada unsur dedikasi yang kuat terhadap pekerjaannya sebagai wirausaha, sehingga ia tidak menganggap wirausaha hanya sekedar mencari keuntungan semata tetapi juga membantu orang lain dan menjadi bagian dari amal baik.
  2. Mencintai pekerjaannya

    Wirausaha merupakan sebuah perjalanan panajang yang terjal dan penuh hambatan yang harus dilalui dengan hati yang tenang dan penuh kegembiraan agar tidak mudah putus asa.
  3. Ingin menjadi contoh bagi yang lain

    Tanpa keinginan berbagi, memberi nafkah untuk orang lain, dan menjadi contoh bagi anak-anaknya, istri, keluarga, dan teman-temannya maka seorang wirausaha sulit untuk tetap berkomitmen.
  4. Tidak ingin menjadi seorang pengecut

    Tidak ada seorang pengecut yang berhasil dalam mewujudkan impiannya dan juga tidak ada seorang wirausahawan yang berhasil karena mempunyai kepribadian seorang pengecut.
  5. Profesionalisme membuat ia selalu memegang janjinya

    Memegang janji dan tidak plin-plan adalah ciri-ciri kepribadian seorang wirausahawan yang sukses.
  6. Berorientasi pada mutu hasil kerjanya

    Untuk tetap menjaga komitmen dalam berwirausaha, salah satu caranya adalah berorientasi pada mutu kerja yang prima, bukan asal-asalan.
  7. Selalu bisa mengendalikan dirinya

    Dalam situasi apapun, seorang wirausaha harus bisa mengendalikan diri terhadap kritikan, ceercaan, tekanan, teguran, komplain, protes, dan pengeruh negatif dari lingkungan terdekatnya.
  8. Tekun dan ulet dalam bekerja

    Keuletan dan ketekunan dalam bekerja, terus menghadapi masalah dengan tenang, serta tetap waspada merupakan medium untuk tetap menjaga komitmen yang tinggi meskipun dalam kondisi terpuruk.
Menerapkan Perilaku yang Mendukung Komitmen yang Tinggi Sikap dan perilaku yang penting agar bisa membantu mewujudkan komitmen yang tinggi dalam berwirausaha adalah:
  1. Sikap tepat waktu untuk membangun disiplin diri (discipline building)

  2. Sikap tepat janji, karena janji adalah utang yang harus ditepati

  3. Sikap kerja bermutu dan berorientasi pada hasil yang bermutu tinggi.

  4. Sikap memberi dan mau membimbing orang lain.

Jenis Komitmen dalam Berwirausaha Ada beberapa jenis komitmen yang berbeda dalam berwirausaha. Komitmen-komitmen itu adalah:
  1. Komitmen terhadap diri sendiri (individual commitment)

    Hal yang pentiing dalam membangun semangat wirausaha dan tetap fokus pada tujuan adalah tetaplah berpegang pada komitmen diri sendiri, yaitu komitmen untuk:
    1. Mewujudkan cita-cita atau mimpi

    2. Keluar dari kemiskinan

    3. Ingin hidup lebih baik dari sekarang

    4. Tidak mau menjadi orang biasa-biasa saja

  2. Komitmen pada keluarga (family commitment)

    Sesuatu yang penting saat kita berkeluarga nanti adalah tidak mau membuat hidup keluarga menjadi susah dan mengalami kesulitan, sehingga berkomitmen kepada keluarga adalah lapisan kedua agar komitmen terhadap diri sendiri semakin kuat, tebal dan teguh.
  3. Komitmen pada visi bisnis

    Komitmen terhadap visi bisnis adalah komitmen perwujudan atau pendamping dari komitmen individu agar komitmen individu dan komitmen keluarga bisa diwujudkan dalam kegiatan bisnis.
  4. Komitmen pada orang yang mempercayai (trust bulding commitment)

    Berkomitmen kepada orang yang telah percaya, mengikuti, dan bergabung di dalam unit bisnisnya. Misalkan komitmen kepada:
    1. Investor yang telah mempercayainya

    2. Partner bisnis

    3. Seluruh staf, karyawan, dan manajer-manajernya

    4. Mitra usaha

  5. Komitmen kepada orang menghidupkan bisnisnya, yaitu konsumen (commitment to cotumers)

    Komitmen kepada konsumen atau pelanggan adalah komitmen terhadap mutu produk.
  6. Komitmen terhadap lingkungan (enivronment commitment)

    Tetap berkomitmen yang baik terhadap kelestarian alam dan ingin selalu menjaga lingkungan tetap asri adalah komitmen dari wirausahawan yang sukses dan disegani.
  7. Komitmen terhadap aspek sosial masyarakat (social commitment)

    Banyak usaha yang terus didukung oleh masyarakat sekitar dan seluruh aspek sosialnya karena sang wirausahawan mempunyai terhadap masyarakat dan lingkungan sosial.
  8. Komitmen terhadap etikabisnis (ethic commitment)

    Komitmen terhadap etika kerja yang baik dan menjunjung tinggi moral yang baik akan didukung oleh banyak pihak termasuk pesaing anda.
  9. Komitmen kepada Sang Maha Pencipta (commitment for God)

    Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa keberuntungan juga datang dari yang di atas, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Tanpa sang Pencipta niscaya bisnis kita tidak diberi karunia dan ridho.
Membuat, Mempersiapkan, dan Memulai Bisnis Baru MEMULAI DAN MENYIAPKAN SEBUAH BISNIS BARU Dengan teori ketidaksempurnaan, inspirasi dan kreativitas anda akan muncul. Ada beberapa faktor yang perlu anda pertimbangkan dalam memulai sebuah bisnis, yaitu:
  1. Pasar: apakah inspirasi anda mampu diserap pasar? Seberapa besar daya serapnya? Seberapa lama kontunuitasnya? Dan masih banyak lagi

  2. Persaingan: apakah inspirasi tersebut mudah dilakukan oleh orang lain? Apakah tren perubahannya sangat cepat? Apakah faktor size (modal) sangat menentukan keberhasilan peluang untuk tetap bertahan? Apakah anda mampu mengatasi kelemahan-kelemahan dari peluang yang akan anda sempurnakan?

  3. Individu: apakah anda mampu membuatnya? Apakah anda bisa memenuhi fakto-faktor di atas? Galilah semua keunggulan dan kelemahan yang anda miliki untuk mewujudkan peluang itu.

Memulai dengan Cara yang Salah, Karena Anda Mempunyai Motto Bisnis yang salah Ketika anda memiliki motto bisnis yang salah, anda telah:
  1. Mengecilkan arti bisnis anda sendiri

    Dengan berkata bahwa bisnis anda adalah bisnis yang "kecil-kecilan", anda telah mengecilkan arti bisnis anda.
  2. Mendemotivasikan diri anda

    Seharusnya anda memotivasi diri anda sendiri karena tidak ada orang lain yang akan memotivasi diri anda.
  3. Mengindikasikan bahwa diri anda belum yakin terhadap bisnis tersebut

    Bila anda yakin dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi bahwa bisnis anda akan berkembang, maka semua orang akan tertarik untuk mendengar kemudian mencoba melakukan relationship dengan anda dan memanfaatkan anda. "sell your business as soon as possible. Be confident!
  4. Menutup "networking" anda sendiri atau kesempatan yang lain.

    Dengan mengecilkan arti bisnis anda, orang lain tidak akan tertarik pada bisnis anda, sementara anda ingin membesarkannya. Jadikanlah orang lain sebagai "corong" atau "influencer" bagi bisnis anda, atau bila perlu "provocator" untuk memajukan bisnis anda kepada orang lain lagi yang ia kenal, misalnya saudaranya, temannya, orangtuanya, dan lain-lain.
  5. Menunjukkan bahwa anda tidak mempunyai "selling skill"

    Perkataan anda menunjukkan bahawa anda tidak mampu menjual bisnis anda (produk) kepada orang lain. Kunci bertumbuhnya suatu usaha ialah "how to sell your business".
Juallah bisnis anda sedini mengkin untuk menciptakan ketertarikan orang atas pelayanan anda. MEMUTUSKAN UNTUK MENJADI ENTREPRENEUR Memutuskan untuk Menjadi Entrepreneur Tanda-tanda bahwa anda harus mulai segera mengambil keputusan untuk menjadi entrepreneur (pengusaha) adalah bila:
  1. Anda selalu menelurkan ide-ide kreatif dan gagasan yang brilian untuk orang lain, teman, atau saudara.

  2. Anda merasa lelah bekerja dan terus bekerja sehingga sudah bosan diperintah terus tentang apa yang harus anda kerjakan: harus ini, ke sana, target, dan target datang seperti air bah.

  3. Tiba-tiba anda melihat sesuatu yang berbeda dari teman Anda.

  4. Tingkat keingintahuan anda sangat tinggi dalam menghadapi masalah atau suatu kejadian.

  5. Karier anda berjalan di tempat atau sedikit harapan untuk berkembang, dan usia pun telah merambat naik di atas 40 tahun, tetapi posisi puncak tinggallah mimpi.

  6. Anda bukan tipe pegawai yang harus berangkat pagi dan pulang sore. Anda merasa bahwa tidak ada pengembangan bakat atau kemampuan yang lebih berarti dari pada sesuatu pekerjaan yang monoton dan itu-itu saja.

  7. Anda ingin membuktikan diri bahwa ada tantangan baru di luar yang lebih menarik dibandingkan bekerja.

  8. Anda tidak ingin menjadi orang yang biasa-biasa saja.

Kapan Anda Harus Memutuskan untuk Menjadi Entrepreneur Banyak alasan di mana orang ingin segera memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha (entrepreneur), tetapi belum tahu kapan. Sekarang anda tahu waktunya, yaitu:
  1. Sudah bosan bekerja

    Monoton dan kelelahan karena tidak mengalami perubahan
  2. Ingin kaya secara materi

    "jalan hidup bahagia adalah menjadi kaya". Itulah perkataan orang yang ingin kaya secara materi sehingga menjadi seorang pengusaha.
  3. Cita-cita dari kecil atau impiannya

    Pengalaman yang membekas setelah ikut orang tua, melihat tetangga, saudara atau orang lain yang hidup lebih baik setelah sukses menjadi pengusaha juga mendorong seseorang untuk menjadi pengusaha.
  4. Ingin hidup lebih bebas

    Bekerja itu mempunyai batas waktu dan gerakannya terbatas. Oleh karena itu, pekerja harus mengikuti perintah dari atasannya.
  5. Terpaksa: "take it or leave it" (mengaggur) atau dipaksa menjadi entrepreneur.

    Ada juga orang yang terpaksa sehingga menjadi seorang pengusaha. Ia tidak diterima bekerja di mana pun, walaupun itu adalah keinginannya. Dan, ketika ditawari atau didesak untuk menjadi seorang pengusaha dengan diberi modal, mau tidak mau ia pun menerimanya. Maka jadilah ia seorang pengusaha.
Lima K (5K) Kunci Keberhasilan Smart and Good Entrepreneur Entrepreneur yang sukses rata-rata mempunyai karakteristik yang terdiri dari unsur 5K, yaitu:
  1. Keberanian (yang SMART)

    Tidak sembarang orang berani. Ada empat tipe pemberani, yaitu berani karena nekat, agak nekat, hati-hati, atau berani karena smart. Keberanian seseorang itu ditentukan oleh kemampuannya untuk mengatasi rasa takurnya sendiri dan juga pikirannya. Itulah yang disebut keberanian.
  2. Kemampuan (credibility)

    Selain kemampuan untuk mengatasi rasa takutnya, para entrepreneur yang sukses juga mempunyai kemampuan yang sebenarnya, yaitu:
    1. Strategic concept

    2. Skill (selling, communication, negotiation, leadership, and personality)

    3. Tactic

    4. Motivator

    5. Control (finance, cashflow, cost, flow, dan lain-lain)

  3. Kreativitas (creativity)

    Seorang entrepreneur yang sukses pasti mempunyai kreativitas yang unggul.
  4. Keteguhan hati (persistence)

    Orang-orang yang sukses atau terkenal kebanyakan mempunyai tingkat "determinasi" yang tidak dimiliki oleh orang yang biasa-biasa saja. Yang pasti, kesuksesan itu tidak diraih dalam waktu yang singkat, tetapi membutuhkan proses. Ada empat faktor kunci kesuksesan, yaitu:
    1. Keberanian untuk mengendalikan dan mengatasi resiko

    2. Kemampuan untuk mengurangi resiko yang akan dihadapi atau ditanggungnya.

    3. Keteguhan hati (determinasi) yang kuat.

    4. Pandai memanfaatkan momentum dengan intuisi yang kuat dan timing yang tepat untuk mendapatkan keberuntungan

    Keteguhan hati akan dapat anda lakukan dengan baik karena cita-cita anda bukan dilandasi dengan "nilai uang" semata, melainkan ada faktor penting lainnya selain "uang", yaitu:

    1. Jiwa sosial: pengabdian.

    2. Status anda di mata keluarga atau lingkungan.

    3. Kebanggaan yang harus anda miliki selama hidup anda

    4. Kemauan untuk keluar dari lingkungan anda (ambisi)

STRATEGI BRILIAN UNTUK MEMULAI SEBUAH BISNIS BARU Bisnis Itu Bukan Fotocopi Ketika anda melihat orang lain sukses dalam bisnis tertentu dan kemudian menirunya, maka probabilitas anda lebih kecil dibandingkan jika anda memulai dengan menggalinya sendiri lewat kekuatan anda yang sebenarnya. Anda tidak bisa secara otomatis langsung sukses seperti dirinya. Belum tentu dengan cara yang sama anda bisa sukses. Karena anda tidak mengetahui sejarah orang itu secara mendetail. Ada beberapa hal yang mungkin juga tidak anda ketahui, yaitu:
  1. Situasi anda dan dia pada saat memulai belum tentu sama.

  2. Personality, skill, knowledge, taktik, dan SDM anda tidak sama dengan dirinya.

  3. Kondisinya (mental, semangat, dan lain-lain) yang berbeda dengan anda

  4. Bisnis yang terjadi (seluk beluknya) tidak sama antara yang dahulu dan sekarang)

  5. Pasar saat dia memulai juga belum tentu sama dengan pasar yang anda masuki sekarang ini.

  6. Momentum suksesnya belum tentu ada dan sama dengan momentum yang akan anda dapatkan nantinya.

Oleh kerena itu, ketika anda meniru bisnis orang lain yang telah lebih dahulu sukses, belum tentu anda ikut sukses, namum belum tentu juga anda gagal atau tidak suskses. Sebaiknya dalam memilih bisnis, harus menyesuaikannya dengan keadaan dalam segala hal, yaitu adanya benang merah antara AKU, BISNIS dan PASAR yang akan ditemukan produknya. Kuasai dan Cintai Bisnis Anda Bila anda ingin sukses, maka anda perlu melihat bahwa dasar-dasar bisnis anda harus mengacu (bersumber) pada hal-hal berikut sebagai titik awalnya:
  1. Pekerjaan yang anda kuasai dan seluk beluknya bisnisnya.

  2. Keahlian anda yang benar-benar anda kuasai

  3. Hobi anda atau kesukaan anda.

  4. Pengalaman anda.

  5. Pengetahuan yang anda kuasai

  6. Kebiasaan yang sudah sering anda lakukan dan kuasai.

Lima Ide mengenai Cara Mudah Memulai Bisnis tanpa Modal Uang
  1. Jual ide orisinil Anda kepada teman atau investor

    Banyak yang sukses dalam berwirausaha dengan bermodalkan ide usaha yang cemerlang. Caranya ialah dengan menbuat proposal yang berisi peluang dan ide kreatif untuk ditawarkan ke orang lain, saudara, teman atau investor dengan sistem bagi hasil.
  2. Jual pengalaman Anda untuk melakukan partnership

    Pengalaman itu sangat penting sebagai modal awal berwirausaha bila anda belum cukup modal uang yang banyak. Modal pengalaman itu terdiri dari:
    1. Latar belakang pendidikan anda

    2. Pengetahuan yang anda miliki

    3. Pengalaman selama anda mencoba atau mengetahui orang lain dalam menjalankan usaha

  3. Jual jaringan untuk dijadikan pasar distribusi produk anda

    Bisnis tanpa modal bisa anda lakukan bila anda bersedia belajar menjual dan mengasah terus menerus keterampilan menjual.
  4. Jual kreativitas untuk menjadi creativerpreneur atau technopreneur

    Bila anda mempunyai kreativitas maka anda pasti punya banyak ide dan inspirasi bisnis. Untuk itu jual ide dan inspirasi anda dengan kreativitas dalam menangani kesulitan wirausaha untuk menumbuhkan bisnis.
  5. Jual informasi untuk menjadi modal awal bisnis anda

Bagaimana Awal Sebuah Inspirasi untuk Memulai Sebuah Bisnis Strategi dan Cara (Route) Memulai Bisnis Ada tiga strategi untuk sukses dalam memulai bisnis anda. Yaitu:
  1. The buffer route

    Bila anda memulai dengan modal uang yang pas-pasan, anda bisa mulai berbisnis dengan cara mencari orang yang bisa menjadi buffer founder (pendiri utama) sebagai donatur bisnis anda. Mencari buffer person bisa dari teman, keluarga, saudara, atau orang yang dikenal baik oleh anda dan sebelumnya anda harus memaparkan business plan-nya (rencana bisnis).
  2. The spin off route

    Bila anda seorang yang berlatar belakang seorang penjual, pemasar, bagian pembelian, engineering, atau apapun jenisnya, anda bisa melakukan cara pelepasan perlahan-lahan untuk memulai sebuah bisnis baru.
  3. The moonlighting route

    Anda benar-benar mengembangkan bisnis dari awal tanpa mengganggu pekerjaan anda saat ini sebagai profesional. Anda bisa membentuk the business team skill (BTS) untuk memulai bisnis anda, sekalipun anda masih bekerja.
Ada beberapa skill yang mutlak dibutuhkan untuk sebuah bisnis, yaitu:
  • Leadership skill – as a strategic thinker (entreperneur atau intrapreneur)

    Skill untuk memimpin dan berpikir strategis sebagai nahkoda dari bisnis yang anda dirikan. Ini bisa diri anda atau orang kepercayaan anda.
  • Managerial skill – as a motivator (intrapreneur)

    Skill untuk mewujudkan visi dan misi bisnis anda yang akan anda canangkan dari atas ke bawah di seluruh organisasi yang akan anda bentuk. Skill ini bertujuan untuk mewujudkan suatu pekerjaan bisa berjalan denga tiga aspek, yaitu kualitas, biaya, dan waktu yang harus seimbang agar tidak terjadi pemborosan biaya, kaulitas yang buruk, atau waktu terlalu lama.
  • Controller – as a balancer (Finance, Quality, Proces, etc)

  • Specialist – as an expert ("core competence")

    Setiap bisnis pasti mempunyai bagian atau fungsional yang sangat penting untuk ditangani oleh orang yang ahli di bidangnya. Tanpa specialist dalam bisnis anda, maka bisnis anda akan ada dalam bahaya, karena mutu sudah dipertaruhkan.
  • Seller – as a locomotive

    Bila bisnis anda sudah dibangun oleh orang yang tidak punya skill menjual yang tinggi, maka sudah pasti hanya ada satu jalan, yaitu merekrut orang yang pandai menjual sehingga bisnis anda akan bisa tumbuh dan berkembang. Ada dua alternatif untuk membentuk the business team skill (BTS), yaitu:
    • Uncomplete Business Team Skill (UBTS)

    • Complete Business Team Skill (CBTS)

  1. The part time job route

    Hampir sama dengan the spin off route, bedanya dalam jenis ini, tidak terjadi ikatan yang kuat secara kontrak atau agreement.
Persiapan untuk Memulai Bisnis Wirausaha itu adalah seorang yang mau dan mampu mempersiapkan, merencanakan, mengorganisir, mengelola, dan memiliki keberanian menghadapi resiko. Persiapan yang perlu anda lakukan adalah:
  1. Siap menghadapi kritikan orang lain, keluarga, dan mungkin orang yang terdekat denga anda. Hal itu disebabkan karena dalam waktu beberapa bulan ke depan siap untuk tidak (belum) mendapatkan penghasilan.

  2. Terkadang bisa muncul kejadian yang melemahkan semangat. Contohnya adalah kerugian atau belum lakunya produk anda.

  3. Siap menghadapi penolakan oleh calon pelanggan.

  4. Menghadapi keraguan akan pilihan peluang bisnis anda dan apakah anda yakin bisa sukses?

  5. Siap menghadapi persaingan yang ketat.

  6. Teknik bisnsi dan strategi

  7. Sanggup mengatasi beban psikologi, seperti minder, gengsi, rasa malu untuk mulai belajar lagi.

Merencanakan darimana Membangun Sebuah bisnis Ada berbagai sistem bisnis ditinjau dari cara anda membentuk dan besarnya organisasi yang anda inginkan, yaitu:
  1. Bisnis yang tumbuh dari organisasi tidak sempurna (dari awal atau dari nol)

    Bila anda memang kekurangan dukungan donatur (buffer) atau tidak ada modal, tidak ada salahnya anda memulai dari awal secara sendiri atau dari nol. Cara memulai ini banyak dilakukan oleh sebagian besar wirausahawan karena:
  • Modalnya paling minimal

  • Risiko cukup tinggi

  • Sistim dan organisasi dibuat dari awal dan benar-benar baru.

  • SDM belum ada dan kita bebas memilih

  1. Bisnis yang dibentuk untuk tumbuh (tetapi belum jadi) – organisasi sudah bisa berjalan dengan baik (running well).

    Memulai bisnis dengan modal yang cukup akan sedikit meringankan dan mempersingkat waktu tumbuhnya. Dalam hal ini, bisnis anda telah memiliki BTS dan organisasi anda minimal bisa beroperasi dengan baik sekalipun belum sempurna jalannya.
  2. Bisnis sudah bisa tumbuh jadi dan siap untuk berkembang

    Bagi pebisnis yang sudah punya modal banyak, anda bisa leluasa bergerak untuk memulai sebuah bisnis baik dari nol atau sudah tumbuh tunas bahkan bisa beli pohon yang akan atau sudah berbuah. Sistem ini ada beberapa macam:
  • Menjadi investor

    Investor berarti menginvestasikan sebagian dana anda ke sebuah bisnis. Ini bisa dilakukan dengan cara yaitu:
    • Langsung beli di pasar

      Contoh : pasar modal – beli saham: pasar uang – beli nilai uang: pasar komoditi – beli barang
    • Langsung beli perusahaan

  • Membeli merek perusahaan beserta sistemnya (franchise)

    Bila anda ingin mengelola dan lengsung memiliki perusahaan, tetapi enggan yang beru dikenal, maka anda bisa membeli sistem, manajemen, pasar, jaringan, merek, popularitas, gaya, dan waktu tempuhnya dengan cara franchise (waralaba). Keuntungannya adalah semua telah berjalan dengan baik. Akan tetapi juga ada kerugiannya, yaitu pasar atau lokasi tidaklah sama satu dengan yang lain. Sistem ini dapat diibaratkan mencangkok tanaman, setelah tumbuh akar, ia dilepas. Sistem ini mempunyai keuntungan dan kelemahan, antara lain:
    • Modal lebih besar dari yang lain

    • Risiko kegagalan bisa diminimalisir karena franchise itu bisa langsung jalan.

    • lokasi telah ditentukan sistemnya, jadi tidak lagi fleksibel kecuali belum bebas

    • SDM telah diatur dan dilatih (training)

    • Produk sudah pasti dan terbentuk

  • Membeli sebuah atau sebagian jaringan pemasaran (MLM – Multi Level Marketing)

    MLM adalah bisnis yang memulai dari nol, tetapi punya nama atau merek sendiri. Sistemnya hanya ranting pemasaran dari sebuah bisnis MLM. Bila anda keluar dari MLM, anda hanya dapat membawa pengalaman menjual dan keuntungannya. Hal-hal lain tidak bisa anda bawa.
Membentuk Struktur Kepemilikan (Struktur Bisnis) dan Tanggung Jawab Struktur ini menentukan pembagian keuntungan (dividen) bagi pemegang saham setelah keuntungan operasonal pada waktu yang ditentukan, yaitu per tahun. Sistem ini dipakai untuk menetukan organisasi dari pemegang saham (komisaris) dan sistem yang di atas adalah menentukan organisasi yang menjalankannya (operasional). Ada beberapa jenis dan cara membentuk struktur kepengurusan dan pendirinya, yaitu :
  1. Proprietorship (perorangan)

    Artinya struktur kepengurusan yang dikuasai dan dikelola oleh satu orang (tunggal). Jadi, 100% kepemilikan ada di tangan satu orang.
  2. Partnership (kerja sama perorangan/bekerja sama)

    Struktur kepengurusan ini tidak lagi dikuasai oleh satu orang, tetapi lebih dari satu orang sehingga ada check and balance dari pihak lain untuk sama-sama membangun sebuah bisnis dan saling memberi masukan
  3. Corporation (bekerja sama dengan banyak orang)

    Bentuk ini berupa bentuk partnership, hanya berbeda jumlah orangnya. Ada dua bentuk corporation yang sering terjadi di dunia bisnis, yaitu:
    1. Perseroan terbatas belum Go Publik

    2. Perseroan terbatas sudah Go Publik (Tbk)

Pemilihan Produk Dan Jasa Ada 2 jenis karakter produk yang bisa anda pilih sesuai dengan karakter anda dan produknya sebelum anda merencanakan sebuah bisnis, yaitu:
  1. Produk berupa 'tangible' atau bisa dilihat dan disentuh untuk anda tawarkan kepada calom=n pelanggan, yaitu berupa barang dan selanjutnya disebut produk (goods).

  2. Produk berupa 'intangible' atau produk tidak terlihat dan tidak bisa disentuh saat anda menawarkan kepada calon pelanggan anda selanjutnya disebut jasa (service).

    Kesamaan dan perbedaan yang pasti antara produk dan jasa bisa dilihat pada tabel berikut ini:
Tingkatan Produk dan Jasa Ada tingkatan produk yang perlu diketahui sebelum anda merencanakan sebuah bisnis, yaitu:
  1. Core product – produk utama (manfaat dan fungsi inti)

    Tingkatan ini yang langsung dimanfaatkan oleh konsumen dan menjadi alasan mereka untuk membeli produk yang anda tawarkan. Contoh, rasa manis merupakan core produt-nya permen, restoran menawarkan menunya dan langsung bisa dinikmati, dan lain-lain.
  2. Tangible product – produk nyata

    Karakteristik produk yang melekat pada produk utama dan mendorong konsumen untuk membeli produk anda. Contohnya:
    1. Kemasan – menarik, menggiurkan, dan lain-lain

    2. Nama merek (image atau citra) – populer dan terkenal.

    3. Reputasi dan kekuatan mereknya.

  3. Augmental produk – tambahan produk

    Tambahan baik itu berupa jasa, pelayanan, keuntungan ataupun nilai yang ditambahkan agar produk anda lebih menciptakan kesan kualitas yang kuat di mata konsumen. Contoh:
    1. Pengiriman barang yang cepat dan tepat waktu (on time)

    2. Added value atau nilai tambah dari produk

    3. Jaminan, seperti jaminan kualitas, jaminan umur produk, jaminan waktu pemakaian.

Taktik dalam Memulai Bisnis Merencanakan dan Merumuskan Konsep Bisnis Rencana bisnis yang harus anda persiapkan adalah:
  1. Merencanakan visi dan misi bisnis anda

  2. Konsep bisnis

  3. Konsep pemasaran

  4. Konsep operasional

  5. Konsep keuangan

Merencanakan Lokasi Usaha Sebelum konsep bisnis yang lain bisa berjalan dengan baik, ada 4 hal kunci awal kesuksesan merencanakan bisnis. Keempat hal itu adalah merencanakan:
  1. Lokasi yang ramai (traffic), dilalui oleh banyak orang.

  2. Lokasi yang tepat untuk bisnis anda berarti letaknya strategis

  3. Lokasi yang mudah dijangkau calon pelanggan anda

  4. Lokasi yang tidak membuat pelanggan mengeluh.

Mencari Mentor untuk Bisnis Anda Bergaul dengan orang sukses adalah langkah awal yang brilian. Tujuannya adalah untuk:
  1. Meminimalisir resiko bisnis anda

  2. Membentu anda sebagai nahkoda agar bisnis bisa tumbuh lebih cepat

  3. Menjadi partner sekaligus penasihat untuk anda melakukan langkah-langkah yang keliru atau ingin mengambil keputusan bisnis

  4. Sebagai pemikir strategis (strategic thinker) bagi bisnis anda

  5. Untuk mencegah anda melakukan kesalahan fatal dalam berbisnis tanpa anda tahu bahwa itu keputusan yang fatal.

Mulai Mencari Orang-orang yang Tepat dan Terbaik untuk Bisnis Anda Anda akan sukses bila didukung oleh orang-orang yang terbaik di dalam tim organisasi anda. Caranya ialah:
  1. Mulai mencari-cari orang-orang yang anda kenal untuk diminta dan dipersiapkan menjadi calon-calon staf inti dalam tim organisasi anda

  2. Bisa anda lakukan pengangkatan (recriutment) SDM melalui iklan untuk mencari orang yang terbaik diposisikan yang telah ditentukan

  3. Mintalah rekomendasi dari mentor

  4. Jangan asal mengangkat orang yang tampaknya tepat tetapi sebetulnya tidak sesuai dengan karakter pekerjaannya.

  5. Pilihlah kader-kader yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat.

Strategi Memasuki Pasar Ada dua jenis pasar yang bisa anda masuki, yaitu:
  1. Pasar yang benar-benar kosong (belum terisi)

    Untuk masuk ke pasar yang baru dan benar-benar kosong, anda bisa menggunakan strategi first come-first conquer. Jadi, yang pertama masuk ke pasar ini harus menjadi yang pertama dan menjadi pimpinan pasar (market leader).
  2. Pasar yang telah ada (terisi) atau sudah ada pesaing-pesaingnya

    Kita perlu strategi khusus dan tepat dalam memasuki pasar ini, antara lain:
    1. Menjadi substansi bagi produk pesaing utama anda

    2. Menjadi alternatif bagi produk pesaing yang menjadi target anda

    3. Menjadi pesaing yang meet too (sejenis)

    4. Menjadi produk yang bakal menjadi trend setter atau penentu arah perubahan di pasar.

ASPEK HUKUM DAN LEGALITAS Sistem kepemilikan tunggal atau persekutuan (Firma atau CV) banyak mengalami kedala, karena:
  1. Perusahaan besar menuntut pemasoknya punya dasar hukum, legalitas yang pasti besrta aspek perizinannya agar tidak timbul masalah dikemudian hari.

  2. Untuk maju dan lebih besar, pemerintah mengharuskan setiap perusahaan harus memungut pajak penambahan nilai (PPN) kepada pelanggannya dan lainnya yang disebut PKP (Pengusaha Kena Pajak)

  3. Perusahaan akan lebih dipercaya oleh pelanggannya apabila ia menunjukkan bukti yang disahkan oleh pemerintah dan ada izinnya, seperti NPWP, legalitas pendaftaran perusahaan di Kementrian Kehakiman.

  4. Rata-rata perusahaan besar yang bersertifikat atau menerapkan ISO menuntut aspek legalitas dan perizinan itu syarat mutlak yang dibutuhkan bila ingin bermitra dengannya.

Mengenal Aspek Kepemilikan Usaha Ada 3 jenis kepemilikan (ownership) atas bisnis yang perlu anda ketahui. Ciri-ciri, keuntungan, dan kerugiannya adalah sebagai berikut:
  1. Kepemilikan tunggal (sole-propriertorship)

  • Bila anda tidak bermaksud mempunyai kantor atau hanya berbisnis di rumah saja maka pilihan ini cocok untuk anda.

  • Bisal usaha anda hanya sekedar berbisnis, coba-coba dahulu, atau tidak ingin mempunyai laba yang besar dan ingin belajar berbisnis dahulu maka anda bisa mencobanya dengan kepemilikan tunggal.

  • Administrasinya lebih ringan

  • Lebih fleksibel dalammengambil keputusan

  • Mudah untuk dihentikan atau dilanjutkan ke jenis pemilikan lainnya.

  • Keuntungan usaha menjadi milik sendiri

  • Sulit untuk menjadi perushaan besar karena mengandalkan kekuatan individu

  • Nama bisnis anda bisa dicuri oleh orang lain karena tidak berkekuatan hukum

  • Tidak bisa menjalin hubungan dengan perusahaan yang beskala besar.

  • Tidak bisa melakukan ekspor atau impor produk anda dari dan keluar negeri.

  • Risiko kegagalan ditanggung sendiri

  1. Persekutuan (Partnership)

  • Pemiliknya lebih dari satu orang

  • Sumber investasi bersifat pribadi berdasarkan persekutuan

  • Tanggung jawab pribadi dan tidak terbatas

  • Manajemen sesuai dengan perjanjian

  • Kontinuitas usaha bisa berakhir karena kematian pemilik atau keputusan dari sekutu

  • Ada mitra berarti ada tempat untuk bertukar pikiran, diskusi tentang strategi, dan kolaborasi pekerjaan dalam sebuah usaha

  • Ada mitra berarti bisa menjadi pengontrol pekerjaan

  • Ada mitra berarti berbagi risiko kerugian atau hal lainnya

  • Ada mitra bertarti saling belajar satu sama lainnya.

  • Perlunya saling pengertian dan memahami satu sama lainnya karena dua atau lebih pemikiran, sifat, dan karakter yang berbeda juga mempunyai kesulitan sehingga sering tidak bisa bertahan lama umur bisnisnya atau usia persekutuannya.

  • Sering terjadi masalah keuangan saat usaha belum ada untung ataupun saat bisnisnya menguntungkan.

  • Pembagian beban kerja sering menjadi masalah.

  • Dalam koordinasi pekerjaan dan mengelola usaha, banyak orang yang ingin menjadi pemimpinnya.

  1. Cara mencari mitra yang tepat untuk mengurangi risiko, yaitu:

  • Pilih mitra yang mempunyai pengalaman dalam berbisnis sehingga bisa menjadi mentor atau pembimbing bagi yang lain.

  • Keahlian masing-masing mitra harus saling melengkapi. Bentuklah dalam kemitraan

  • Perlu tingkat pengendalian emosi yang baik dan seimbang

  • Punya kemampuan keuangan lebih baik dari anda atau minimal sama

  • Punya komitmen tinggi dalam berbisnis

  1. Badan Hukum dengan Limit Corporation atau Perseroan Terbatas (PT)

  • Struktur kepemilikannya diwakili dari besarnya setoran modal atau nilai saham.

  • Jumlah pemegang saham tidak terbatas

  • Pemegang saham bisa perorangan atau badan hukum, pemerintah, dan lain-lain

  • Pera pemegang saham menunjuk komisaris sebagai pengawas atas pelaksanaan operasional bisnisnya dan dipimpin oleh seorang komisaris utama sebagai pimpinan pengawas usaha.

  • Kontinuitas kepemilikan usaha didasarkan sesuai dengan anggaran dasar, bisa bersifat abadi atau bisa dalam jangka waktu tertentu

  • Punya kredibilitas yang bisa dipertanggungjawabkan.

  • Punya waktu usaha yang lebih lama

  • Tanggung jawabnya jelas antara pemilik dan pengelola usaha

  • Bisa berhubungan dengan perusahaan asing dari luar negeri

  • Tidak kuatir bila bisnisnya akan menjadi besar

  • Membutuhkan biaya administrasi yang lebih besar

  • Lebih banyak pekerjaan administrasinya

  • Ada biaya pajak atas pendapatan perusahaan

  • Bisnis berbadan hukum membutuhkan uang cukup besar.

Apa yang Harus Dilakukan Menurut Hukum Hal-hal yang harus anda perhatikan tentang aspek hukum dalam kewirausahaan adalah:
  1. Pelajari dan analisa bentuk hukum dari organisasi perusahaan anda saat bisnis mulai beroperasi

  2. Mempelajari aspek-aspek perburuhan dan aturan-aturan tentang perburuhan agar tidak terjadi hal-hal yang akan menghambat operasional bisnis anda.

  3. Mempelajari bagaimana hal-hal yang dibutuhkan dalam pendirian perusahaan.

  4. Mempelajari dan merencanakan siapakah pelaksana bisnis anda dan pengawas bisnis anda

  5. Mempelajari peraturan-peraturan pemerintah, daerah atau lingkungan.

Aspek Legalitas Perizinan untuk Badan Hukum Langkah-langkah yang perlu anda ketahui dalam mendirikan usaha yang berbadan hukum antara lain:
  1. Buatlah surat izin usaha

    Agar usaha anda mendapat perlindungan dan aman, maka anda harus mendaftarkannya ke Departemen Kehakiman atau Pemeritah setempat. Langkah-langkah untuk mendapatkan surat izin usaha atas bisnis anda, yaitu:
  • Buatlah keterangan domisili, ini penting diketahui.

  • Buatlah Akte perusahaan, apa lagi bersifat partnership

    Akte mutlah harus dibuat di Notaris dan jangan hanya menggunakan selembar surat perjanjian yang ditandatangani di atas materai oleh RT/RW. Ini kurang sah di depan hukum.
  1. Melakukan setoran modal

    Sebelum anda membuat akte, sudah pasti notaris akan menanyakan berapa persentase saham untuk masing-masing pemilik. Oleh sebab itu, anda harus:
  • Membuat nomor rekening atas nama perusahaan yang akan anda gunakan untuk alamat penyetoran modal awal dan transaksi hasil usaha

  • Melakukan setoran modal sesuai proporsi saham masing-masing

  • Menyrahkan bukti setoran tersebut ke pihak notaris untuk disahkan sebagai bukti penyetoran modal awal.

  1. Membuat nama perusahaan, logo, dan merek

    Sebelum akte dibuat, seharusnya anda merancang dan mendesain identitas dari bisnis anda, yaitu:
  • Nama perusahaan

  • Logo perusahaan

  • Alamat perusahaan

  • Bila perlu kartu nama dan tag line atau slogan dari bisnis anda yang akan anda masuki.

  • Kop surat dan dokumen-dokumen lainnya

  1. Membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

    Sudah menjadi ketetapan pemerintah bahwa setiap individu atau pemilik perusahaan mempunyai NPWP. Selanjutnya bila omzet penjualan anda mulai berkembang dan terus meningkat dalam jumlah tertentu, maka anda disarankan atau diwajibkan mendaftarkan nama perusahaan anda sebagai Pengusaha Kena Pajak atau disebut (PKP).
  2. Mendaftarkan dan mengesahkan Perusahaan Anda ke Departemen terkait

    Suatu keharusan bagi badan usaha untuk mendaftarkan perusahaanya ke departemen-departemen terkait seperti contoh di bawah ini:
    1. Departemen Kehakiman

    2. Departemen Tenaga Kerja

    3. Departemen Perindustrian dan Perdagangan

    4. Departemen Pekerjaan Umum dan Pariwisata.

MERENCANAKAN VISI DAN MISI BISNIS Setiap Individu Membutuhkan Visi dan Misi Perbedaan antara orang sukses dan orang gagal atau wirausahawan yang sukses dan wirausahawan yang gagal itu adalah mereka tidak atau belum mempunyai visi dan misi, hal-hal yang diinginkannya dan tujuannya. Berwirausaha adalah perjalanan yang panjang dan memerlukan waktu yang lama, bahkan dalam kehidupan sehari-hari saja seperti ingin berlibur atau berwisata juga membutuhkan:
  1. Apa tujuan anda berwisata atau berlibur?

  2. Bagaimana dengan rencana anda berwisata atau berlibur?

  3. Bagaimana anda mengisi liburan itu dengan hal-hal yang mengesankan? Unik?

Visi dan Misi Apa itu visi Visi adalah sebuah angan-angan atau imajinasi dari seseorang tentang usaha atau bisnis atau diri anda disuatu saat nanti. Visi itu membicarakan dan berkhayal tentang:
  1. Wawasan yang menjadi tolak ukur arah gerak pertumbuhan bisnis anda.

  2. Sosok anda atau usaha disaat yang akan datang seperti apa?

  3. Bentuk usaha anda sebesar apa?

  4. Alasan anda memasuki usaha itu?

  5. Imajinasi dari posisi usaha anda dan ke mana bisnis anda mau dibawa?

Jadi, visi adalah sebuah tujuan, keinginan, atau angan-angan (gambaran) masa depan perusahaan yang anda bangun, pilih, dan besarkan pada suatu saat nanti. Oleh sebab itu visi yang ideal haruslah bersifat :
  1. Sederhana (simple)

  2. Bisa terukur (measurable)

  3. Terjangkau (reachable)

  4. Alasannya (reason)

  5. Ambisius

  6. Periode waktu

  7. Bersifat strategis

  8. Ada kejelasan hubungan antara keadaan saat ini dengan yang akan datang.

Apa itu misi Secara singkat misi adalah bagaimana dan cara anda mewujudkan visi anda. Ada banyak arti misi tetapi yang lebih sederhana mengandung hal sebagai berikut:
  1. Tujuan dan alasan keberadaan suatu organisasi (goal)

  2. Menyatakan tindakan apa yang harus dilakukan dan langkah-langkahnya

  3. Mengapa bisnis anda itu harus berkembang?

  4. Bagaimana anda mewujudkan tujuan anda?

Jadi misi adalah suatu usaha, pemikiran, langkah-langkah secara formal untuk mewujudkan sebuah visi, artinya tindakan untuk memperjelas apa yang dikehendaki oleh pemilik perusahaan (anda) dan menjadi pegangan untuk menjalankan usaha anda sekarang menuju masa yang akan datang hingga visi itu terwujudkan. Membuat Misi yang Efektif dan Elemen-elemennya Unsur-unsur pokok dalam sebuah misi adalah sebagai berikut:
  1. Menyatakan kiat dan usaha untuk mewujudkan visi.

  2. Ada nilai-nilai dasar organisasi yang dinyatakan dalam sebuah misi organisasi

  3. Menyatakan segmen pasar dan pelanggan tujuannya

  4. Mengandung pernyataan tentang produk atau jasa yang dimasuki (dijualnya)

  5. Keyakinan yang kuat, asumsi-asumsinya, dan budaya kerja dengan orientasi mutu.

Adapun misi akan efektif bila bersifat:
  1. Ringkas dan jelas

  2. Unik

  3. Fleksibel

  4. Bisa membantu untuk mengambil keputusan

  5. Budaya perusahaan

Peran Kepemimpinan dan Manajemen dalam Merumuskan Visi dan Misi Kepemimpinan mempunyai peran yang sangat sentral dan penting dalam merumuskan sebuah visi dan misi suatu usaha, organisasi, kelompok, maupun pribadi sehingga seorang pemimpin itu yang merumuskan visi, misi, strategi dan nilai perusahaan atau sebuah bisnis. Sedangkan manajemen yang dipimpin oleh manajer adalah individu, depertemen, kelompok, atau organisasi yang membuat perencanaan, program, taktik, kendali, dan pembuatan anggaran untuk mewujudkan visi, misi, strategi, dan nilai perusahaan yang telah ditetepkan oleh pemimpin. Langkah Menyusun Visi dan Misi Seorang wirausahawan, sebagai seorang pemimpin (leader) sebagai pembentuk visi dengan jiwa kepemimpinannya yang kuat harus:
  1. Berani mengambil keputusan dan mengelola risiko

  2. Memutuskan untuk menjadi wirausaha mandiri

  3. Menumbuhkan sifat pantang menyerah

  4. Mampu mengelola konflik menjadi konflik yang bersifat positif

  5. Mengetahui visi, misi, serta merencanakan strategi yang akan dirumuskan

Langkah-langkah menyusun sebuah visi dan misi adalah:
  1. Melakukan riset, baik ke indusri atau ke pasar, lokasi, dan organisasi itu sendiri

  2. Melakukan wawancara mengenai kebutuhan yang ada tetapi belum dipenuhi angan-angannya seta harapan dari pasar untuk menentukan sebuah strategi

  3. Mengumpulkan data pasar.

  4. Membuat susunan data tersebut untuk dirumuskan dengan mencari tren dan unsur pembedanya

  5. Merumuskan visi dan misinya

  6. Mengomunikasikan ke anggota organisasi melalui seminar, workshop, presentasi, rapat, dan lain-lain

  7. Melakukan perbaikan visi dan misi berdasarkan saran dan kritik dari anggota sehingga mereka merasa memiliki dan menyusun rancangan visi dan misi itu.

  8. Dalam menyusun visi dan misi perlu diperhatikan aspek analisa SWOT dengan mengevaluasi dari sisi internal rencana bisnis dan sisi eksternal perusahaan dan lingkungannya.

Demikian langkah-langkah yang perlu diketahui oleh seorang calon wirausahawan dalam menyusun visi dan misi bisnisnya.

Gallery Sikap Dan Perilaku Wirausaha

Memahami Pengertian Kewirausahaan Sebuah Panduan Dasar Lengkap

Sikap Dan Perilaku Wirausaha Ppt Download

Menerapkan Sikap Dan Perilaku Kerja Prestatif

Mengidentifikasi Sikap Perilaku Wirausaha Pdf Free Download

Powtoon Sikap Dan Perilaku Wirausahawan Yang Sukses

Kewirausahaan

Pengertian Wirausaha Wirausahawan Serta Sikap Dan Perilaku

Kewirausahaan Dan Kemandirian Serta Ciri Cirinya

Sikap Dan Perilaku Wirausahawan Sukses Docx Docx Document

Amazon Com Creative Products Pkksmk1 Appstore For Android

Identifikasi Sikap Dan Perilaku Wirausaha

Pola Pikir Sikap Dan Perilaku Seorang Wirausahawan Walaupun

Sikap Dan Perilaku Wirausaha Pptx Sikap Dan Perilaku

Oleh Shanti Emawati S Pt Mp

Materi Pkk 1 Sikap Dan Perilaku Wirausahawan Smk Swasta

Ppt Sikap Dan Perilaku Wirausaha Powerpoint Presentation

Smk Bina Karya

Ppt Mengidentifikasi Sikap Dan Perilaku Wirausahaan

Bab I Sikap Dan Perilaku Wirausahawan

Manfaat Kewirausahaan Sikap Dan Perilaku Wirausahawan Kita

Sikap Dan Perilaku Wirausahawan Youtube

Oko Pdf Document

Guru Honorer Memberikan Materi Bab 1 Sikap Dan Perilaku Wirausaha

Pengertian Sikap Dan Perilaku Wirausaha

Sikap Dan Perilaku Wirausahawan Teknik Komputer Dan


Belum ada Komentar untuk "Sikap Dan Perilaku Wirausaha"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel