Cara Menentukan Harga Jual Produk



Cara Untuk Menentukan Harga Pokok Produksi Perpustakaan

Cara Menentukan dan Meningkatkan Harga Jual Produk

By Admin Monday, November 25, 2019 Edit
Sebelum kita mencari strategi dan cara yang tepat untuk menentukan harga jual produk, mari kita ketahui dahulu pengertian harga jual produk. Secara definisi pengertian harga jual produk adalah nilai intrinsik produk yang kita tawarkan kepada calon pembeli. Harga yang rendah tidak selalu lebih menarik pembeli dan harga yang tinggi pun tidak serta merta menunjukan gengsi produk yang kita jual. Meski begitu, harga jual produk juga dapat mempengaruhi psikologi calon pembeli. Sebagai contoh, jika Anda menjual produk yang sama jauh dibawah harga pasaran, maka pembeli akan merasa curiga dan akan menganggap sebagai penipuan, sedangkan harga terlampau tinggi juga dapat mengecewakan pembeli jika tidak diiringi dengan kualitas dan manfaat yang sesuai. Jadi menentukan harga jual produk bukan perkara yang sepele, dan tidak dapat dilakukan asal-asalan.
Jika Anda pernah menonton film “Jobs”, ada sebuah adegan dimana para manajemen Apple ingin menurunkan harga jual iPhone sedangkan Steve Jobs sebagai CEO menolaknya. Pada cerita tersebut akhirnya Steve diberhentikan sebagai CEO dan Apple Inc. membuat keputusan mengikuti pilihan manajemen dengan menurunkan harga jual iPhone, lalu apa yang terjadi? Justru saat itulah Apple Inc. terancam jatuh pada kebangkrutan. Apa yang salah dari strategi tersebut?
Secara umum, strategi penentuan target keuntungan penjualan produk dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu meningkatkan margin (keuntungan bersih) atau dengan meningkatkan jumlah penjualan. Bahkan dengan pemilihan harga yang tepat Anda bisa mendapatkan margin yang tinggi disertai jumlah penjualan secara maksimal.
Sebelum menentukan harga jual produk, Anda perlu memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga jual produk berikut ini:
Keuntungan bisa Anda dapat jika HARGA JUAL lebih besar daripada BIAYA yang dikeluarkan untuk memperoleh produk tersebut. Sebagian besar biaya terjadi ketika dalam masa produksi. Pertama Anda harus memahami bagaimana operasional usaha Anda bekerja. Apakah Anda memproduksi produk sendiri, mengolah ulang produk, atau hanya sebagai reseller? Biaya yang perlu Anda keluarkan untuk menghasilkan produk dihitung dari:
  • Bahan baku dan bahan penunjang produk
  • Proses pengolahan produk
  • Gaji dan fasilitas karyawan
  • Administrasi (Biaya sewa, biaya ATK, pajak, listrik, dsb.)
  • Biaya penelitian pengembangan produk
Sebagian besar pengusaha melupakan faktor distribusi yang akhirnya mengurangi keuntungan atau bahkan dapat mengakibatkan kerugian. Biaya distribusi perlu Anda perhitungkan berdasarkan biaya IN atau biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan bahan produksi dan juga biaya OUT yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mendistribusikan produk ke pelanggan atau distributor. Biasanya untuk mengurangi biaya distribusi ini yaitu dengan melakukan pengiriman skala besar. Tapi bagaimana dengan penjual retail (eceran)? Karena biaya distribusi ke pelanggan secara langsung tidak dapat diprediksi secara pasti, biasanya penjual akan membebankan biaya pengiriman kepada pembeli seperti yang sering Anda temukan pada toko-toko online atau dapat juga dengan menentukan skala geografis target pasar.
Sebagai contoh: Anda akan memberi ongkos kirim secara gratis bagi pembeli dalam kota dan menetapkan ongkos kirim bagi pembeli dari luar kota dalam satu pulau, dan menambahkan ongkos kirim lebih besar lagi untuk pembeli dari luar pulau, dst.
Disinilah pentingnya kita dapat menentukan harga produk dan margin. Anda harus tahu siapa pembeli yang Anda bidik, dimana Anda ingin menjual produk, kapan Anda perlu meningkatkan harga atau memberi diskon. Tidak mungkin kita menjual segelas kopi seharga ratusan ribu dikantin sekolahan, tapi Anda bisa menjual segelas kopi seharga ratusan ribu jika Anda menjualnya di Mall atau Cafe.
Dilain sisi, dengan mengetahui target distribusi bisa menjadi keuntungan tersendiri. Sebagai contoh, jika Anda satu-satunya pemilik usaha 3D Printing dikota Anda. Sedangkan pesaing terdekat Anda berada dilular kota yang kira-kira membutuhkan biaya pengiriman per kilogram sebesar Rp. 60.000,- dengan biaya 3D printing Rp. 300.000,-/kg. Maka dengan memanfaatkan kelemahan biaya distribusi yang besar tersebut, Anda bisa menjual jasa 3D Printing dengan target pasar dalam kota pada harga Rp. 330.000,-/kg. Sebagai pembeli tentu akan lebih memilih jasa Anda meski harga per kilogram lebih mahal, namun lebih hemat secara biaya pengiriman atau bahkan tanpa biaya kirim.
Nama suatu merek cukup memegang peranan penting dalam menentukan harga. Jangan sekali-kali Anda mencoba menawarkan produk dengan harga terlampau tinggi sementara merek Anda belum dikenali masyarakat apalagi dengan tingkat persaingan produk yang cukup tinggi. Jika tetap Anda lakukan maka bisa jadi produk Anda tidak akan dilirik oleh calon pembeli atau pembeli produk Anda akan merasa kecewa karena tidak merasakan kelebihan pada produk Anda yang terlampau mahal dan pada akhirnya hanya akan merusak citra dari merek yang sedang Anda bangun.
Anda pasti mengenal merek NIKE dan ADIDAS yang harga jual produknya kini cukup fantastis. Pada mulanya merek tersebut juga menjual produknya dengan harga standar hingga akhirnya merek mereka diakui kualitasnya dan memperoleh gengsi tinggi pada merek tersebut. Kini orang bahkan rela mengeluarkan uang berjuta-juta untuk membeli produk mereka hanya karena gengsi merek yang diikuti kualitas.
Seperti pada contoh item nomor tiga, jumlah persaingan dapat mempengaruhi strategi dalam cara menentukan harga jual produk. Jika Anda ingin menarik minat pembeli, Anda bisa sedikit menurunkan harga jual produk, namun jangan berlebihan agar tidak merusak kepercayaan calon pembeli. Di lain sisi, Anda juga dapat sedikit menaikan harga jual produk untuk memperoleh kepercayaan calon pembeli terkait kualitas produk. Untuk hal ini Anda perlu mengamati perilaku pembeli dan perlu sedikit melakukan eksperimen harga jual produk.
Strategi dan dan cara menentukan harga jual produk berikutnya adalah dengan mentukan margin. Margin merupakan persentase keuntungan bersih yang ingin Anda dapatkan dari setiap penjualan. Penentuan margin ini bersifat bebas namun Anda perlu meninjau kembali ke-lima faktor diatas apakah margin yang ditetapkan akan dapat memenuhi kebutuhan produksi dan menyisakan keuntungan bersih, atau malah terlampau mahal sehingga produk Anda tidak laku dijual. Pada umumnya para pengusaha menggunakan margin penjualan produk antara 10-20% dari biaya yang dikeluarkan. Namun jika Anda memiliki kelebihan pada produk yang Anda miliki, Anda bisa menjual produk dengan margin tak terbatas.
Setelah Anda memahami apa saja yang mempengaruhi harga jual produk, mari kita coba memaksimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan harga jual produk dengan cara berikut ini:
Sebagai calon pembeli, tentu kita ingin bisa mendapatkan produk dengan kualitas terbaik pada rentang harga yang ditentukan. Untuk memaksimalkan ini, alangkah baiknya jika kita dapat meningkatkan dan menjaga kulitas produk yang akan dijual. Meningkatkan kualitas dapat dicapai dengan memodifikasi produk, mengamankan produk, atau dengan meningkatkan pelayanan. Percayalah bahwa dengan memberikan kualitas terbaik, maka lebih berkemungkinan untuk menarik pembeli agar kembali membeli produk yang Anda jual. Saat kita telah memperoleh kepercayaan dan loyalitas pembeli, maka mereka tidak akan mengeluhkan harga produk meski telah kita naikan.
Kemasan cukup banyak mempengaruhi jumlah penjualan dan harga jual produk, hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan dan ketertarikan calon pembeli pada kesan pertama saat melihat produk yang kita jual. Pengaruh kemasan sering kita temukan ketika kita berada pada sebuah swalayan dimana mereka menempatkan berbagai merek dengan produk yang sama dalam satu rak. Perhatikan bagaimana jenis produk yang sama bisa memiliki harga jual yang berbeda-beda. Bahkan banyak orang tak segan memilih sebuah produk yang lebih mahal karena mereka tertarik dengan kemasan produk tersebut. Pahami bagaimana sifat-sifat kemasan dapat mempengaruhi sebuah produk.
Ilustrasi persaingan produk
Ciri khas merupakan hal yang cukup penting agar produk kita memiliki kesan, mudah dideskripsikan sehingga dapat diingat dengan mudah oleh pelanggan. Pengaruh ciri khas dalam strategi dan cara menentukan harga jual produk lebih pada faktor pengenalan merek. Jika merek Anda sudah cukup terkenal tentunya jumlah permintaan produk dan harga jual produk juga dapat Anda tingkatkan. Ciri khas produk bisa Anda ciptakan melalui Logo, bentuk kemasan / produk, cita rasa, slogan, dsb. Sebagai contoh, produk apa yang Anda ingat ketika melihat buah apel? Tentu Anda akan mengingat iPhone, iPad, produk-produk oleh Apple Inc. Apa yang Anda ingat ketika melihat tanda centang? Tentu produk dari merek NIKE. Sekarang coba Anda cari apa yang paling mudah diingat mengenai produk Anda? Tidak ada? Lalu ciptakan ciri khas produk Anda.
Benarkah bonus yang kita dapat dari sebuah produk benar-benar gratis? Tidak. Bonus merupakan sebuah strategi marketing untuk meningkatkan penjualan. Biaya bonus biasanya telah dimasukan pada perhitungan biaya produksi sehingga ketika kita membeli sebuah produk yang memiliki bonus, secara tidak langsung, kita juga membeli bonus tersebut. Bentuk bonus tidak harus dengan berupa produk, tapi dapat juga menggunakan voucher, lotre, atau bahkan sebuah buku panduan juga dapat dikatakan sebagai bonus.
Untuk menetapkan bentuk bonus yang tepat, usahakan agar bersifat relevan terhadap produk yang dijual. Sebagai contoh, bonus piring pada produk sabun colek, ketika pelanggan memiliki lebih banyak piring maka mereka juga akan membutuhkan lebih banyak sabun untuk mencucinya. Bagaimana dengan bonus gantungan kunci pada produk tas? Bonus tersebut sesungguhnya dimaksudkan untuk memperkenalkan merek pada masyarakat.
Tidak jarang orang memilih membeli barang yang lebih mahal hanya karena pelayanan yang lebih baik. Sebagai contoh produk kopi, sebagian orang memilih menikmati kopi di Cafe, mall atau tempat yang strategis karena pelayanan yang lebih terjamin dibanding kopi menikmati kopi di tempat pinggir jalan meskipun harga kopi tersebut lebih mahal. Contoh lainnya, ketika orang-orang lebih memilih membeli handphone Samsung dibanding merek lain yang lebih murah karena Samsung menawarkan pelayanan purna jual yang lebih baik. Jadi dengan meningkatkan pelayanan juga dapat membantu dalam meningkatkan harga jual produk.
Di era global seperti ini, 80% calon pembeli akan melakukan survei terhadap beberapa produk sebelum mereka memutuskan untuk membeli salah satu produk tersebut dan sebagian besar merasa ragu ketika mereka tidak dapat menemukan deskripsi produk secara lengkap. Deskripsikan keunggulan dan spesifikasi produk Anda secara lengkap agar calon pembeli memahami manfaat-manfaat yang bisa mereka dapatkan sehingga calon pembeli merasa puas dengan produk yang telah Anda tawarkan.
Kini Anda sudah memiliki bekal tentang bagaimana strategi dan cara yang tepat untuk menentukan dan meningkatkan harga jual produk. Gunakan faktor-faktor diatas agar produk Anda dapat bersaing dengan baik meskipun terjadi perang harga pada jenis produk yang sama. Selamat berbisnis!
Banyak orang gagal dalam kehidupan, bukan karena kurangnya kemampuan, pengetahuan, atau keberanian, namun hanya karena mereka tidak pernah mengatur energinya pada sasaran.” – Elbert Hubbard
Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link.
Capital Gain Saham didapat dari peningkatan nilai / harga saham tersebut di pasar saham. Nilai Capital Gain saham cukup beragam dan sulit diprediksi.
Ada beberapa saham yang nilainya tetap, ada pula yang mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen dalam waktu sangat singkat, atau tahunan.
Jika Anda cukup cermat, Anda bahkan bisa memperoleh keuntungan dari capital gain saham hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan saja.
Begitu pula dengan Rumah / Properti yang setiap tahunnya memiliki peningkatan harga jual.
Peningkatan harga jual properti diproyeksikan rata-rata antara 5% - 10% per tahun.
Pertumbuhan ini dirasa masih cukup minim jika dibandingkan dengan besarnya inflasi yang masih di angka 4% - 8%.
Pertumbuhan nilai Rumah memang tidak sebesar saham, namun Capital Gain properti lebih stabil dan tanpa resiko.
Salah satu penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah melalui pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang disebut sebagai Dividen.
Pembagian keuntungan ini disebut sebagai Dividen. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak selalu sama secara nilai ataupun persentasenya (Dividend Yield).
Dividen yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan ditentukan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.
Dengan berinvestasi Rumah / Properti, Anda pun bisa memiliki penghasilan pasif dengan cara menyewakan rumah yang Anda miliki tersebut.
Secara umum biaya sewa rumah memiliki perbandingan antara 4% - 5% dari harga rumah sebenarnya.
Tentunya sebelum mempercayakan rumah Anda kepada penyewa, Anda harus berhati-hati dan menelusuri latar belakang penyewa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.
Kelebihan ketiga dari investasi saham adalah harganya yang saat ini sudah sangat terjangkau oleh semua kalangan.
Dengan peraturan baru dari pemerintah yang menurunkan jumlah lembar saham minimum setiap lot dari 500 lembar/lot menjadi hanya 100 lembar/lot sungguh meringankan para investor pemula.
Sebagai contoh jika Anda ingin membeli saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL) seharga Rp. 336,- (13/08/18) maka untuk membeli satu lot sahamnya Anda memerlukan modal hanya Rp. 33.600,-.
Keuntungan lain dari investasi properti adalah Anda bisa meningkatkan harga jualnya secara lebih signifikan dengan cara merenovasi atau membuat tambahan bagian bangunan baru agar rumah Anda terlihat lebih baik dan lebih nyaman.
Beberapa developer memanfaatkan cara ini untuk memperoleh keuntungan lebih cepat dibanding mencari keuntungan dari capital gain.
Tetapi tentu saja untuk melakukan renovasi rumah diperlukan biaya tambahan yang dapat dibilang tidak murah.
Kekurangan dan Resiko Antara Investasi Saham Vs Investasi Properti
Berbalik dengan Capital Gain, Capital Loss merupakan kerugian yang timbul akibat harga saham yang menurun.
Sifat pasar saham yang fluktuatif memang dapat menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan juga dapat merugikan jika kita tidak memahami bagaimana memilih saham yang memiliki fundamental kuat.
Memilih saham dengan fundamental kuat sebenarnya bukan hal yang sulit namun memerlukan kesabaran untuk mencari data dan menganalisa.
Namun hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi Anda dikemudian hari.
Seiring dengan berjalannya waktu, maka rumah Anda pun akan mengalami penurunan kualitas bahan bangunan meskipun hal ini akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.
Apalagi jika penyewa rumah Anda bukan orang yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi rumah.
Bisa jadi Anda akan mengeluarkan biaya cukup besar untuk melakukan pengecatan ulang, menambal lubang-lubang pada tembok bekas paku, atau kebocoran yang mungkin terjadi akibat kecerobohan penyewa.
Meskipun sebagai pemilik saham Anda juga memiliki sebagian dari perusahaan tersebut, namun hal itu tidak serta merta menjadikan Anda sebagai direksi atau pengambil keputusan.
Untuk dapat menjadi bagian dari direksi perusahaan atau menjadi salah satu pengambil keputusan, Anda harus memiliki jumlah saham dominan pada perusahaan tersebut.
Selain dari keputusan direksi, ancaman pada perusahaan juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti kondisi perekonomian nasional & global, perilaku konsumen, maupun kondisi hubungan dengan perusahaan relasi lainnya.
Harga properti seperti rumah, ruko, atau pun apartemen masih terbilang cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Ditambah dengan biaya administrasi seperti perijinan, biaya advokat, dll.
Hal itu berarti jika Anda ingin berinvestasi pada properti, Anda harus merogoh kocek cukup dalam dan cukup yakin dengan potensi bangunan tersebut dimasa mendatang.
Kondisi ini sering menjadi penghambat terbesar yang ditemui pemula yang ingin memulai berinvestasi pada properti.

Gallery Cara Menentukan Harga Jual Produk

Bagaimana Cara Menentukan Harga Jual Produk Agar Tidak Rugi

Cara Menentukan Harga Jual Produk

15 Materi Akuntansi Biaya Untuk Mengelola Bisnis Anda

Bagaimana Cara Menentukan Harga Jual Suatu Produk Dalam Bisnis

Harga Pokok Penjualan Hpp Definisi Manfaat Dan Contoh

Cara Menghitung Hpp Harga Pokok Penjualan Perusahaan

Cara Menentukan Harga Jual Reseller Domain Tld Domainesia

Strategi Penetapan Harga Promosi Dan Distribusi Ppt Download

15 Materi Akuntansi Biaya Untuk Mengelola Bisnis Anda

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk Yang Tepat Studilmu

Cara Menentukan Harga Produk Sirclo

Cara Menghitung Bep Break Event Point Beserta Contoh

Rocket Chicken Indonesia Website Official Lezat Dan Hemat

10 Cara Menentukan Harga Jual Yang Kompetitif

Begini Cara Menentukan Harga Jual Produk Bagi Pemula The

Cara Menghitung Persentase Untung Rugi Cara Aimyaya

Contoh Laporan Cara Menghitung Hpp Zahir Accounting Blog

Cara Menghitung Harga Diskon Dengan Microsoft Excel

Penetapan Harga Produk Dan Kelayakan Usaha Ppt Download

Cara Menghitung Hpp Bisnis Rumahan Jus Buah

Rumus Untuk Menghitung Harga Pokok Penjualan

Perhitungan Biaya Budidaya Tanaman Pangan Gobejar

Cara Menghitung Harga Sewa Rental Barang

5 Cara Menentukan Harga Jual Produk Kuliner Anda

Cara Menentukan Harga Jual Produk

15 Materi Akuntansi Biaya Untuk Mengelola Bisnis Anda

Bagaimana Metode Untuk Menghitung Biaya Produk Gabungan

Cara Menentukan Harga Terbaik Untuk Produk Jualanmu Pusat


Belum ada Komentar untuk "Cara Menentukan Harga Jual Produk"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel