Puisi Karya Amir Hamzah



Puisi Melayu Amir Hamzah For Android Apk Download

20 Contoh Puisi Amir Hamzah

Judul : 20 Contoh Puisi Amir Hamzah Rating : 100% based on 9759 ratings. 9676 user reviews. Dihimpun Oleh Jasmin Olivia
Amir Hamzah dan Contoh Puisinya - Siapakah sastrawan Amir Hamzah ini? Amir Hamzah yang bernama lengkap Tengkoe Amir Hamzah Pangeran Indra Poetera lahir di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Timur, Hindia Belanda, 28 Februari 1911 (meninggal di Kwala Begumit, Binjai, Langkat, Indonesia, 20 Maret 1946 pada umur 35 tahun) merupakan sastrawan Indonesia angkatan Poedjangga Baroe dan Pahlawan Nasional Indonesia. Dia lahir dalam lingkungan keluarga bangsawan Melayu (Kesultanan Langkat). Amir mulai menulis puisi saat masih remaja meskipun karya-karyanya tidak bertanggal, yang paling awal diperkirakan telah ditulis ketika ia pertama kali melakukan perjalanan ke Jawa. Menggambarkan pengaruh dari budaya Melayu aslinya, Islam, Kekristenan, dan Sastra Timur, Amir menulis 50 puisi, 18 buah puisi prosa, dan berbagai karya lainnya, termasuk beberapa terjemahan. Pada tahun 1932 ia turut mendirikan majalah sastra Poedjangga Baroe.
Amir Hamzah mulai menyiarkan sajak-sajak karyanya ketika masih tinggal di Solo. Di majalah Timboel yang diasuh Sanusi Pane, Amir Hamzah menyiarkan puisinya berjudul “M4buk” dan “Sunyi” yang menandai debutnya di dunia kesusastraan Indonesia. Sejak saat itu, banyak sekali karya sastra yang dibuat oleh Amir Hamzah.

Setelah kembali ke Sumatera, ia berhenti menulis. Sebagian besar puisi-puisinya diterbitkan dalam dua koleksi, Njanji Soenji (EYD: "Nyanyi Sunyi", 1937) dan Boeah Rindoe (EYD: "Buah Rindu", 1941), awalnya dalam Poedjangga Baroe, kemudian sebagai buku yang diterbitkan.

PADAMU JUA
Habis kikisSegera cintaku hilang terbangPulang kembali aku padamuSeperti dahuluKaulah kandil kemerlapPelita jendela di malam gelapMelambai pulang perlahanSabar, setia selaluSatu kekasihkuAku manusiaRindu rasaRindu rupaDi mana engkauRupa tiadaSuara sayupHanya kata merangkai hatiEngkau cemburuEngkau ganasMangsa aku dalam cakarmuBertukar tangkap dengan lepasNanar aku, gila sasarSayang berulang padamu juaEngkau pelik menarik inginSerupa dara dibalik tiraiKasihmu sunyiMenunggu seorang diriLalu waktu - bukan giliranku

Matahari - bukan kawanku.

HANYA SATU

Timbul niat dalam kalbumu.Terbang hujan, ungkai badaiTerendam karamRuntuh ripuk tamanmu rampakManusia kecil lintang pukangLari terbang jatuh dudukAir naik tetap terusTumbang bungkar pokok purbaTerika riuh redam terbelamDalam gagap gempita guruhKilau kilat membelah gelapLidah api menjulang tinggiTerapung naik Jung bertudungTempat berteduh nuh kekasihmuBebas lepas lelang lapangDi tengah gelisah, swara sentosaBersemayam sempana di jemala gembalaJuriat julita bapaku iberahimKeturunan intan dua cahayaPancaran putera berlainan bundaKini kami bertikai pangkaiDi antara dua, mana mutiaraJauhari ahli lalai menilaiLengah langsung melewat abadAduh kekasihkupadaku semua tiada bergunaHanya satu kutunggu hasratMerasa dikau dekat rapat

Serpa musa di puncak tursina.

DOA

Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku?Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik, setelah menghalaukan panas payahterik.Angin malam mengembus lemah, menyejuk badan, melambung rasa menayang pikir, membawa angan ke bawah kursimu.Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasang lilinnya.Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap malam menyiarkan kelopak.Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan cahayamu, biar bersinar mataku sendu, biar berbinar

gelakku rayu!

BERDIRI AKU

Berdiri aku di senja senyapCamar melayang menepis buihMelayah bakau mengurai puncakBerjulang datang ubur terkembangAngin pulang menyeduk bumiMenepuk teluk mengempas emasLari ke gunung memuncak sunyiBerayun-ayun di atas alas.Benang raja mencelup ujungNaik marak mengerak corakElang leka sayap tergulungdimabuk wama berarak-arak.Dalam rupa maha sempumaRindu-sendu mengharu kalbuIngin datang merasa sentosa

Menyecap hidup bertentu tuju.

BERLAGU HATIKU

Bertangkai bunga kusuntingkujunjung kupuja, kurenungberlagu hatiku bagai serulingkukira sekalini menyecap untung.Dalam hatiku kuikat istanakusemayamkan tuan digeta kencanakuhamburkan kusuma cempaka muliakan hamparan turun dewi kakanda...Tetapi engkau orang biasamerana sahaja tiada bergunamalu bertalu kerana aku

ganjil terpencil berpaut kedahulu.

MALAM

Daun bergamit berpaling mukamengambang tenang di laut cahayatunduk mengurai surai teruraikelapa lampai melambai bidai.nyala pelita menguntum melatigelanggang sinar mengembang lemahangin mengusap menyeyang pipibalik-berbalik menyerah-yerah.Air mengalir mengilau-sinauriak bergulung pecah memecahnagasari keluar meninjaumembanding purnama di langit cerah.Lepas rangkum pandan wangiterserak harum pemuja ramahinggap mendakap kupu berahiberbuai-buai terlayang lenaAdikku sayang berpangku guringrambutmu tuan kusut melipuaduh bahagia bunga kemuning

diri dihimpit kucupan rindu.

DALAM MATAMU

Tanahku sayang berhamparkan daunbersinar cahaya lemah gemilangdari jauh datang mengalunsuara menderu selang-menyelangRenggang rapat berpegang jarikita mendaki bukit tanahmudinda berkhabar bijak berperikelu kanda kerana katamu.Berhenti kita sejurus laluberdekatan duduk sentosa sematahatiku sendu merindu chumbukesuma sekaki abang kelana.Hilang himpau air terjunbunga rimba bertudung lingkupkanda memangku sekar suhunlampai permai mata tertutup.Remuk redam duka di dadadi hanyutkan arus dewa bahagiamenjelma kanda di bibir kesumbarasa menginyam madu swarga.Dalam matamu tenang sentosakanda memungut bunga percayajapamantera di kala dukapelerai rindu di malam cuaca.Dalam matamu jernih bersihkanda kumpulkan mutiara cintaakan tajuk mahkota kasih

kanda sembahkan kepada bonda.

KENANGAN

Tambak beriak intan terberaikemuncak bambu tunduk melambaimas kumambang mengisak sampaimerenungkan mata kesuma teratai.Senyap sentosa sebagai sendutanjung melampung merangkum kupuhanya bintang cemerlang mengambangdiawang terbentang sepanjang pandangDalam sunyi kudus muliamurca kanda dibibir kesumbaundung dinda melindung kitaheran kanda menajubkan jiwaDinda berbisik rapat di telingalengan melengkung memangku kepalaputus-putus sekata dua;

"kunang-kunang mengintai kita"...

DAGANG 
Susahnya duduk berdagangtiada tempat mengadukan dukabondaku tuan selalu terpandanghendak berjumpa apatah daya.Terlihat-lihat bonda merenungrasa-rasa Bonda mengeluhmengenangkan nasib tiada beruntungluka penceraian tiadakan sembuh.Bondapun garing seorang dirihati luka tiada berjampinangislah ibu mengenangkan kamirasakan tiada berjumpa lagi.Allah diseru memohonkan restumoga kami janganlah piatuaduh ibu, kemala hulubukankah langit tiada berpintu?Sudahlah nasib tiada bertemusudahlah untung hendak piatubagaimana mengubah janji dahulu

sudah diikat di rahim ibu.

SUNYI

Kuketuk pintu masaku mudahendak masuk rasa kembalitaman terkunci dibelan pulatinggallah aku sunyi sendiri.Kudatangi gelanggang tempat menyebungmasa bujang tempat beriakulihat siku singgung menyinggungaku terdiri haram disapa...Teruslah aku perlahan-lahansayu rayu hati melipurnangislah aku tersedan-sedanmendengarkan pujuk duka bercampur.Kudengar bangsi memanggil-manggiltersedu-sedu, dayu mendayutersalah aku diri terpencilbadan dilambung gelombang rindu.Duduklah aku bertopang dagumerenung kupu mengecup bungalenalah aku sementara waktudalam rangkum kenangan lama.Rupanya teja serasa kulihatsuaramu dinda rasakan kudengardinda bersandar duduk bersikataku mengintip ombak berpendar.Imbau gelombang menyembahkan lagukepada bibirmu kesumba patifikiranku melayang ke padang rindu

walaupun dinda duduk di sisi.

TERBUKA BUNGA

Terbuka bunga dalam hatiku !kembang rindang disentuh bibir kesturimu.Melayah-layah mengintip restu senyumanmu.Dengan mengelopaknya bunga ini, layulahbunga lampau, kekasihku.Bunga sunting hatiku, dalam masa mengembara menanda dikauKekasihku ! inikah bunga sejati yang tiadakan

layu ?

TAMAN DUNIA

Kau masukkan aku ke dalam taman- dunia, kekasihku !kaupimpin jariku, kautunjukkan bunga tertawa, kuntum tersenyum.kau tundukkan huluku tegak, mencium wangi tersembunyi sepi.Kau gemalaikan di pipiku rindu daun beldu melunak lemah.Tercengang aku takjob, terdiam.berbisik engkau: "Taman swarga, taman swarga mutiara rupa".Engkaupun lenyap.

Termanggu aku gilakan rupa.

SEBAB DIKAU

Kasihkan hidup sebab dikausegala kuntum mengoyak kepakmembunga cinta dalam hatikumewangi sari dalam jantungkuHidup seperti mimpilaku lakon di layar terkelaraku pemimpi lagi penarisedar siuman bertukar-tukarMaka merupa di datar layarwayang warna menayang rasakalbu rindu turut mengikutdua sukma esa-mesra -Aku boneka engkau bonekapenghibur dalang mengatur tembangdi layar kembang bertukar pandanghanya selagu, sepanjang dendangGolek gemilang ditukarnya pulaaku engkau di kotak terletaklaku boneka engkau boneka

penyenang dalang mengarak sajak.

HARI MENUAI

Lamanya sudah tiada bertemutiada kedengaran suatu apatiada tempat duduk bertanyatiada teman kawan berberitaLipu aku diharu sendusamar sapur cuaca matasesak sempit gelanggang dadasenak terhentak raga kecewaHibuk mengamuk hati tergarimelolong meraung menyentak rentakmembuang merangsang segala petuatiada percaya pada siapaKutilik diriku kuselam tahunkutimbul terasa terpancar terangistiwa lama merekah terangmerona rawan membunga sedanTahu akukini hari menuai apimengetam ancam membelam redam

ditulis dilukis jari tanganku.

SUBUH

Kalau subuh kedengaran tabuhsemua sepi sunyi sekalibulan seorang tertawa terangbintang mutiara bermain cahayaTerjaga aku tersentak dudukterdengar irama panggilan jayanaik gembira meremang romaterlihat panji terkibar di mukaSeketika teralpa;masuk bisik hembusan setanmeredakan darah debur gemuruhmenjatuhkan kelopak mata terbukaTerbaring badanku tiada berkuasatertutup mataku berat semataterbuka layar gelanggang anganterulik hatiku di dalam kelamTetapi hatiku, hatiku keciltiada terlayang di awang dendangmenanggis ia bersuara seni

ibakan panji tiada terdiri.

Segala kupinta tiada kauberisegala kutanya tiada kausahutibutalah aku terdiri sendiripenuntun tiada memimpin jariMaju mundur tiada terdayasempit bumi dunia rayaruntuh ripuk astana cuacakureka gembira di lapangan dadaButa tuli bisu kelutertahan aku di muka dewalatertegun aku di jalan buntutertebas putus sutera sempanaBesar benar salah arahkuhampir tertahan tumpah berkahmuhampir tertutup pintu restugapura rahsia jalan bertemuInsaf diriku dera durhakagugur tersungkur merenang mata;samar terdengar suwara suwarnisapur melipur merindu temu.Insaf akubukan ini perbuatan kekasihkutiada mungkin reka tangannya

kerana cinta tiada mendera

TURUN KEMBALI

Kalau aku dalam engkaudan kau dalam akuadakah begini jadinyajaku hamba engkau penghulu ?Aku dan engkau berlainanengkau raja, maha rayacahaya halus tinggi mengawangpohon rindang menaung dunia.Di bawah teduh engkau kembangkantaku berdiri memati haripada bayang engkau mainkanaku melipur meriang hatiDiterangi cahaya engkau sinarkanaku menaiki tangga, mengawankecapi firdausi melena telingamenyentuh gambuh dalam hatikuTerlihat ke bawahkandil kemerlapmelambai cempaka ramai tertawahati duniawi melambung tinggi

berpaling aku turun kembali.

DOA POYANGKU

Poyangku rata meminta samasemoga sekali aku diberimemetik kecapi, kecapi firdausimenampar rebana, rebana swargaPoyangku rata semua sematapenabuh bunyian kerana suarasuara sunyi suling keramatkini rebana di celah jariku tari tamparku membangkit rindukucuba serentak genta genderangmemuji kekasihku di mercu laguAduh, kasihan hatiku sayangalahai hatiku tiada bahagiajari menari doa semata

tapi hatiku bercabang dua.

TERBUKA BUNGA

Terbuka bunga dalam hatiku !kembang rindang disentuh bibir kesturimu.Melayah-layah mengintip restu senyumanmu.Dengan mengelopaknya bunga ini, layulahbunga lampau, kekasihku.Bunga sunting hatiku, dalam masa mengembara menanda dikauKekasihku ! inikah bunga sejati yang tiadakan

layu ?

TAMAN DUNIA

Kau masukkan aku ke dalam taman- dunia, kekasihku !kaupimpin jariku, kautunjukkan bunga tertawa, kuntum tersenyum.kau tundukkan huluku tegak, mencium wangi tersembunyi sepi.Kau gemalaikan di pipiku rindu daun beldu melunak lemah.Tercengang aku takjob, terdiam.berbisik engkau: "Taman swarga, taman swarga mutiara rupa".Engkaupun lenyap.

Termanggu aku gilakan rupa.

Gallery Puisi Karya Amir Hamzah

Analisis Puisi Hari Menuai Karya Amir Hamzah Kt Puisi

Analisis Semiotik Puisi Padamu Jua Karya Amir Hamzah

Analisis Semiotik Puisi Padamu Jua Karya Amir Hamzah

Sajak Buah Rindu

Puisi Doa Amir Hamzah 2nv8oekokdlk

Nyanyi Sunyi Amir Hamzah Wikiwand

Apakah Tema Puisi Berdiri Aku Karya Amir Hamzah Brainly Co Id

Amir Hamzah Baru Doc Document

Puisi Melayu Amir Hamzah For Android Apk Download

Puisi Melayu Amir Hamzah For Android Apk Download

Puisi Chairil Anwar Dan Amir Hamzah

Pdf Amir Hamzah Raja Penyair Melayu

Analisis Gaya Bahasa Puisi Karya Amir Hamzah

Berdiriaku Instagram Photo And Video On Instagram

Komunitas Kata Kata Menguak Tabir Amir Hamzah Bersama Damiri

Puisi Padamu Jua Karya Amir Hamzah

Puisi Amir Hamzah

Bhagawad Gita By Amir Hamzah 4 Star Ratings

Promo 89 Off Amir Hamzah Residence 123 Medan Indonesia

Puisi Hari Menuai Karya Amir Hamzah By Lanee On Soundcloud

Kumpulan Lengkap 55 Judul Puisi Karya Amir Hamzah

Puisi Puisi Liris Karya Tengku Amir Hamzah Dalam Perspektif


Belum ada Komentar untuk "Puisi Karya Amir Hamzah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel