Puisi Terima Kasih Guru



37 Puisi Guru Singkat Guruku Tercinta Pahlawan Tanpa Tanda

30+ Contoh Puisi Guru Terbaik Dalam Berbagai Tema (Rekomended)

Puisi Guru – Puisi sering juga ditujukan untuk seorang yang sangat berjasa, sebagaimana halnya guru. Guru mempunyai peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya dalam mengajar dan memberi contoh yang baik kepada para anak didiknya. Puisi tentang guru ini juga sudah banyak dibuat oleh para sastrawan terkenal Indonesia.

Puisi Guru Singkat 1

Puisi Guru

Pelangi tiada bisa terpancar Dunia kan beku dan bisu Pun kehidupan tiada pernah terlaksana

Kala puncak kegalauan terhampar Sepercik cahaya pun nampak dariku Yang nampak dari gerak tubuhmu Kau sinari jalan gelapku Dengan ilmu dan pengetahuan yang kau punya

Wahai Guru… Kau adalah pahlawan tak mengharap balas Kau pahlawan tanpa lencana Karna itu, kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Kala aku mengacuhkanmu Kau tak pernah mengeluh pun menyerah Demi memahamkan ku tentang banyak hal Tentang warna, nama, kata, hingga angka

Wahai Guru… Tiada kata yang pantas kami ungkapkan Kecuali terimakasihku tak terbatas atas semua jasamu Jasamu kan ku semat sepanjang hidupku

Puisi Guru Singkat 2

Puisi Guru

Terimakasih guru… Untuk teladan yang telah kamu berikan Ku kan selalu memikirkan dan melakukan apa yang kau ajarkan

Aku ingin seperti dirimu, guru Berpemahaman dalam juga berpengetahuan Berilmu, berpikir dengan hati juga akal Dengan ketulusan yang teramat dalam

Aku ingin seperti dirimu, guru Menyalurkan bakat, energi, serta waktu Demi masa depan kami semua

Aku ingin sepertimu, guru Mengabdi untuk negeri tercinta Mencerdaskan generasi bangsa Untuk membangun, memajukan peradaban bangsa

Menjadikan bangsa yang terdidik Menjadikan bangsa yang berilmu pengetahuan Bangsa bisa membuka crakrawalanya dengan senyuman Menunjukkan pada isi dunia

Puisi Guru 5 Bait

Puisi Guru

Kau yang membekaliku dengan ilmu Kau pula yang mendidikku Penuh kesabaran, ketulusan hati Dan kusadari itu sangat berarti

Sedetik peluhmu Adalah sebuah tanda perjuangan Perjuangan yang teramat besar Untuk semua anak didikmu

Lalu, senyummu membawa semangat baru Untuk kelanjutan masa depan kami nanti Tak menyadari, Jikalau kaulah pengantarku menuju asa

Ku hanya bisa mengucap terimakasih padamu Walau itu kadang tak terdengar olehmu Melalui suara kecil dari kalbuku Pada setiap malam tahajudku

Sekali lagi, terimakasih guru Karena cinta dan didikan tulusmu Atas aliran ilmumu kepadaku Aku bukan apa-apa, tanpamu

Puisi Guru 4 Bait 1

Puisi Guru

Rautmu tak pernah terlihat lelah Panas dan hujanpun kau tetap mengajar Demi anak didikmu Demi masa depan anak didikmu

Wahai guru Kau adalah pelita yang bersinar Terang benderang kala gelap Kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa Tuk memajukan bangsa

Kau telah mengajarkari kami banyak pengetahuan Ilmu, kepatuhan, juga kedisiplinan Kau ajari kami lewat lisan juga sikapmu Kau adalah teladan bagi kami

Terima kasih, Wahai guru Jasamu kan ku ukir Dalam hati pun pikiranku

Puisi Guru 4 Bait 2

Puisi Guru

“Jasamu, Guru.”

Oleh: KK

Guru… Dirimu hadir kala gelap Dengan kasih sayang dan harap Dengan ikhas tuk sebuah pengabdian

Guru… Yang kau lakukan itu Bukan pengorbanan semata Namun pengabdian pula

Guru… Besar jasamu Bukan tuk muridmu semata Lebih dari itu Kau berjasa besar tuk bangsa

Guru… Jasamu mulia Jasamu tiada tara Jasamu tak kan terkenang semata Namun, senantiasa berguna

Puisi Guru 3 Bait 1

Puisi Guru

Bapak, ibu guru… Kau adalah panutanku Kau pembimbingku Kau pengajarkan Kau pula pendidikku

Guru, demikianlah panggilanmu Kata orang “digugu dan ditiru” Perkataanmu juga perbuatanmu Untuk anak didikmu

Guru… Tanpa kau, bangsa tak punya aset berharga Aset generasi yang berpengtahuan nan berilmu Yang mampu membawa perubahan bangsa

Puisi Guru 3 Bait 2

Puisi Guru

Wahai guru… Engkau pembimbing setiaku Engkau yang mengajarku Merangkai kata, menggores pena Wahai guru…

Engkau yang mentransfer ilmu Suksesku pun sebab campur tanganmu Jasamu kan mengalir sepanjang waktu

Engkau selalu dikenang Pasti itu sebagai pahlawan Pahlawan pendidikan Pula pahlawan tanpa tanda jasa

Puisi Guru 2 Bait 1

Puisi Guru

“Guruku A+”

Ciptaan: Chairil Anwar

Mataku terperosok ke depan Kala engkau memasuki kelas Engkau seorang guru yang lucu Engkau seorang guru yang keren

Engkau pintar, imut, dan ramah Engkau yang menolong kami Dan bila aku menilaimu Bagiku, engkau A+!

Puisi Guru 2 Bait 2

Puisi Guru

Kata orang guru itu penat Tak ada upah besar Kerja berlambak Namun, tidak baginya

Katanya itu adalah rehat Mengajar bukan apa-apa dan membawa berkah Ilmu yang dikerahkan tak dapat disekat Makin dikerah, tak makin menjauh

Puisi Guru English

Puisi Guru

“A Teacher for All Seasons”

By: Joanna Fuchs

A teacher is like summer Whose sunny temperament Makes study a pleasure Preventing discontent

A teacher is like spring Who nurtures new green sprouts Encourages and leads them Whenever they have doubts

A teacher is like winter While it is snowing hard outside Keeping students comfortable As a warm and helpful guide

A teacher is like fall With methods clear and crisp Lessons of fright colors And the happy atmosphere

Teacher… You have do all these things With a pleasant attitude You are a teacher for all seasons You have my gratitude

Puisi Guru Bahasa Inggris dan Artinya

Puisi Guru

Teachers, you open up young minds Show them the wonders of the intellect And the miracle of being able To think for themselves

Teachers, you are exercises the mental muscles of students Stretching and strengthening So they can make challenging decosions Finding their way in this world

The best teachers care enough To gently push and prod students To do their best and fulfill their potential Thank you, teachers

Artinya:

Guru, kaulah orang yang telah membuka pemikiran Menunjukkan kepada mereka tentang keajaiban intelektual Keajaiban tentang berpikir terbuka Juga mandiri

Guru, kaulah orang yang telah melatih mental murid-murid Orang yang selalu menguatkan Agar sang murid berani mengambil keputusan tepat Kaupun yang menemukan jalan mereka di dunia ini

Kaulah guru terbaik Yang selalu lemah mengajar dengan penuh lemah lembut Tuk melakukan yang terbaik sesuai dengan potensi mereka Terimakasih, Guru.

Puisi Guru Karya Chairil Anwar

Puisi Guru

Terima kasih, guru Untuk teladan yang telah kau berikan Aku selalu mempertimbangkan semua yang kau ajarkan Dan merefleksikan itu semua pada karakter dan pribadiku Aku mau menjadi sepertim Pintar, menarik, dan gemesin Positif, percaya diri, protektif

Aku mau menjadi sepertimu Berpengetahuan, pmahaman yang dalam Berpikir dengan hati dan juga kepala Memberikan kami yang terbaik Dengan sensitive dan penuh perhatian

Aku mau menjadi sepertimu Memberikan waktum, energi, dan bakatmu Untuk meyakinkan masa depan yang cerah Pada kita semua

Terima kasih, guru Kau telah membimbing kami Aku mau menjadi sepertimu

Puisi Guru Karya Gus Mus

Puisi Guru

Ketika aku kecil dan menjadi muridnya Dialah di mataku orang terbesar dan terpintar Ketika aku besar dan menjadi pintar Ku lihat dia begitu kecil dan lugu

Aku menghargainya dulu Karena tak tahu harga guru Ataukah kini aku tak tahu Menghargai guru?

Puisi Guru Karya Kahlil Gibran

Puisi Guru

Barang siapa mau menjadi guru Biarlah dia memulai mengajar dirinya sendiri Sebelum mengajar orang lain Dan biarkan pula dia mengajar dengan teladan Sebelum mengajar dengan kata-kata

Sebab, mereka yang mengajar dirinya sendiri Dengan membenarkan perbuatan-perbuatan sendiri Lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan Daripada mereka yang hanya mengajar orang lain Dan membenarkan perbuatan-perbuatan orang lain

Puisi Guruku Pahlawanku

Puisi Guru

Dialah pahlawan pengetahuan juga ilmu Dia pahlawan yang tak kenal kata lelah Pahlawan dengan beribu cobaan Kedisiplinan, ketelatenan, pun kesabaran

Dia kan sedih kala murid tertinggal ilmu Dia kan resah kala murid tak datang ke sekolah Dia bisa bahagia di tengah tawa sang murid Dia pun bisa lupa segala kala murid belajar nan aantusiasnya

Ucapan jail sang murid Menjadi hiburan baginya Keberhasilan anak didik Adalah bahagianya

Kalaupun anak didik sudah pergi Itu tetap anak didiknya Karna itu, tak ada kata mantan guru bagi murid Apalagi bekas guru, sama sekali tak patut

Puisi Tentang Guru Karya W.S Rendra

Puisi Guru

“Sajak SLA” (22 Juni 1977)

Murid-murid mengobel kentit ibu gurunya Bagaimana bisa itu mungkin? Itu mungkin. Sebab tak ada patokan untuk apa saja

Semua boleh. Semua tak boleh. Tergantung pada cuaca Tergantung pada amarah dan girangnya sang raja Tergantung pada kuku-kuku garuda dalam mengatur kata

Ibu guru perlu sepeda motor dari Jepang Ibu guru ingin hiburan juga cahaya Ibu guru ingin atap rumahnya tak bocor Ibu guru ingin pula jaminan pil penenang, Tonikum-tonikum dan obat perangsang yang dianjurkan dokter

Maka berkatalah dia kepada murid-muridnya “Kita bisa mengubah keadaan. Anak-anak akan lulus lulus ujian kelas, Terpandang diantara tetangga, Boleh dibanggakan pada kakak mereka. Soalnya adalah tentang kerjasama antara kita. Jangan sampai kerjaku terganggu, Sebab atap bocor.”

Dan papa-papa semuanya senang Di pegang-pegang tangan ibu guru, Dimasukkan duit daam genggaman, Serta sambil lalu, Dalam suasana persahabatan, Teteknya disinggung dengan siku.

Demikian murid-murid mengintip semua ini. Itulah ajaran tentang perundingan, Perdamaian, juga santainya kehidupan.

Ibu guru berkata “Kemajuan akan berjalan lancar. Kita harus menguasai mesin industri. Kita harus maju seperti Jepang, Amerika, Jerman Sekarang keluarkanlah daftar logaritma.”

Murid-muridpun tertawa, Dan mengeluarkan rokok mereka.

“Karena mengingat kesopanan, Jangan kalian merokok. Kelas adalah ruang tuk belajar Dan sekarang daftar ogaritma!”

Murid-muridpun tertawa dan berkata “Kami tak suka daftar logaritma. Taka da gunanya!”

“Kalian tak ingin maju?”

“Kemajuan bukan soal logaritma, Namun adalah soal perundingan.”

“Jadi, apa yang kalian inginkan?”

“Kami tak ingin apa-apa. Kami sudah punya semuanya.”

“Kalian ngacau!”

“Kami tak mengacau Kami tak berpolitik Kami merokok dengan santai Seperti ayah-ayah kami di kantor mereka: Santai, tanpa politik berunding dengan Cina Berunding dengan Jepang Mencipta suasana girang. Dan di saat ada pemilu, Kami membantu keamanan, Meredakan partai-partai.”

Murid-murid tertawa Mereka menguasai perundingan Ahli lobbying Paham akan gelagat Pandai mengikuti keadaan

Mereka duduk di kantin, Minum sitrun, Menghindari ulangan sejarah. Mereka tertidur di bangku kelas, Yang telah mereka bayar sama mahal Seperti sewa kamar hotel.

Sekolah adalah pergaulan, Yang ditentukan oleh mode. Yang dijiwai oleh impian kemajuan menurut iklan. Dan bila ibu guru berkata: “Keluarkan daftar logaritma!” Murid-muridpun tertawa Dan di dalam suasana persahabatan, Mereka mengomel ibu guru mereka.

Puisi Guru Sedih

Dulu kami bagai kertas kosong Mungkin hanya sedikit goresan Dan bahkan itu bersih sama sekali Namun, sudah tidak lagi Kala saat engkau mulai mencoret-coretku Dengan gambar, tulisan, dan angka

Kekosongan itu kau isi dengan ilmu dan pengetahuan Kau mulai mengajar tentang nama-nama dan aksara Kamipun mulai merasa tak begitu polosnya Kamipun mulai mencintai goresan-goresannya

Lalu kami mulai bisa membuka jendela dunia Seperti yang kau harapkan Harapan akan banyaknya ilmu pengetahuan Yang kan jadi bekal bagi kami tuk masa depan

Lalu kami tau jalan menuju asa Karena kau yang menuntun kami menuju ke sana Akupun menapakinya bertahap, dengan penuh harap Masih membawa pesan dan nasehat darinya

Lalu kami seolah jauh dengannya Padahal dulu begitu dekat Antara kami dan kau bagai orang tua dan anak Karena kau orang tua kami di sekolah

Puisi Guru Pendek

Puisi Guru

Guru… Semua jasamu Tak terhitung oleh angka Bukan karena banyaknya Namun karena makna yang dibaliknya

Guru… Sungguh besar jasamu Teruntuk anak-anak didikmu Pun demi masa depan bangsa Setiap saat kau kan selalu ada Dalam relung kalbuku

Kita jadi bisa menulis dan membaca Karna siapa? Kita jadi tau beraneka macam ilmu Karna siapa?

Kita jadi pandai dibimbing pak guru Kita jadi pintar dibimbing bu guru Guru bak pelita, penerang dalam gulita Jasamu tiada tara

Puisi Guru Lengkap

Puisi Guru

Pagi nan indah, angin berderu menerpa sang wajah Sementara dingin menyelimuti setiap langkah Renungan setiap langkahnya hanya tentang kejayaan Pikiran di setiap langkah pun hanya tentang keberhasilan

Detik demi detik hingga hari demi hari Begitu cepat terlewati Wajahnya tiada terpancar rasa jenuh sama sekali Semangatnya selalu menggelora

Tiada kata-kata yang seindah tutur katanya Tiada hari tanpa sebuah bakti Tiada penawar yang seindah senyumnya Tiada benih kasih yang tercecer di luar sana Kecuali hanya pada murid-muridnya

Jikalau dia kan melangkah pergi Langkah yang penuh pengorbanan Jikalau dirinya telah tiada, Pasti kan selalu ada yang mengenangnya Dan itu guru, dia pahlawan tanpa lencana

Puisi Guru Menyentuh Hati

Puisi Guru

Mentari seakan tak pernah jenuh tuk muncul kembali Sinarnya tak hanya membangunkan jiwa Namun juga telah membangun semangat baru Semangat seorang guru

Ketika itu masih sangat pagi Waktupun masih tetap seperti kemarin Dia menyusuri jalanan nan panjang Tuk sampai pada sekolah tujuan

Sementara kami masih sibuk, Bermain dan bercanda ria Bahkan kamipun sibuk menyiaaaa-nyia waktu Dengan apa yang tak berguna

Senyumnya tak henti menghiasi perjalanannya Memberi warna di setiap datangnya Tak peduli apapun kejadiannya di sini ataupun di sana Dia tetap membawa virus bahagia

Kala sampai di sekolah Sumringah wajahnya selalu memancar Membawa pada suasana ceria kala belajar Kala dia membagi ilmu pengetahuan pada kami

Jasa dan perannya takkan bisa terganti Mesin pun canggihnya teknologi Tak bisa menandingi Akan kesabaran, ketulusan, juga kepandaian

Puisi Guru Menyentuh Hati 2

Puisi Guru

Alam kan dikalahkan oleh semangat Kemalasan kan terkalahkan oleh dalamnya harap Jarak takkan jadi alasan Tuk tetap memupuk harap

Dari raut wajahnya Pemberiannya begitu tulus Ikhlas dan penuh harap Kepada anak-anaknya

Binar matanya Menjadi khas bahagianya Kala anak-anaknya bertanya Tentang apapun itu Dia selalu menjawabnya Dengan serius, santai, melucu, ataupun bercanda Itu menjadi gayanya Sebab, belajar tak melulu menulis, berhitung dan membaca

Anak-anaknya berbahagia Semangat belajar tentang apa saja Apa saja yang diberikan olehnya Dengan tanpa mengharap apa-apa

Puisi Guru Sederhana 1

Puisi Guru

Dia datang tuk mengantarkan Pada banyak harapan Kepada semua putera puteri bangsa Tuk lestarikan peradaban

Di datang dengan semangat penuh Menghantar ilmu dan pengetahuan Kepada generasi bangsa Demi kemajuan bangsa pula

Guru… Adalah profesi yang berharga Bukan sebab angka Peran yang sangat mulia Bukan sebab julukan ataupun panggilannya

Guru… Itulah nama spesialnya Pun panggilan akrabnya Bagi anak-anaknya

Guru… Kau yang berbagi dengan kami Akan pengetahuan dan ilmu Yang berguna bagi kami nanti

Dimanapun kami bertemu denganmu Di sekolah, di rumah, di pasar, di tempat bermain Kau tetaplah guru Begitupun seterusnya Kau kan ku panggil begitu

Puisi Guruku Tercinta

Puisi Guru

Kala pagi masih begitu berembun Dinginnya udara menusuk tulang Dia berjalan dan berpikir akan keberhasilan Merenung tentang kesuksesan

Berpikir bukan tuk diri seorang Namun, tuk seluruh anak didiknya Di sekolah, anak-anak, itulah harapannya Harapan akan masa depan sang murid

Dari lisannya keluar banyak kata nan indah Dari lisanya keluar penawar luka Dari senyumnya mampu menghidupkan hati Sebagai tanda kecintaannya pada kami

Waktu terus berjalan Sepat ataupun lambat Semangatnya tak terbendung oleh usia Tuk menyalurkan ilmunya Langkahnya adalah sebuah perjuangan Ucapannya adalah sebuah panutan Namanya kan selalu kami kenang Sepanjang hidup kami

Puisi Guru Haru

Puisi Guru

“Pengabdian Tanpa Batas.” Tak bisa kami bayangkan Apa jadinya diri ini tanpa guru Apa jadinya negeri ini tanpa guru Dan bagaimana nasib generasi bangsa ini tanpa guru

Guru, orang yang mengajar tentang aksara Bermacam-macam pengetahuan pun ilmu Pondasi negeri yang tak kenal balas jasa Pembangu asa bagi setiap generasi bangsa

Tak mudah baginya Selalu ada tantangan dan ujian Tuk mewujudkannya Sebab dunia tak seindah dongeng dan cerita

Kesabaran, itulah cobaan yang selalu ada Di setiap dia menghantar pelajaran Materi, itulah godaan yang berat baginya Karna kini banyak yang mengejar materi ketimbang keberkahan

Ikhlas, adalah pelajaran berharga Di setiap langkah kakinya Tak pedulia tentang apa saja Dia selalu menjalankan tugasnya

Bukan sebagai pekerja Namun sebagai orang tua Bagi murid-muridnya Dia menganggap itu dengan pengabdian Pengabdian yang tiada batas.

Puisi Guru Hebat

Puisi Guru

Yang kami tau Anak-anakmu itu bukanlah anakmu Mereka terlahir melaluimu Namun persis bukan darimu

Mereka adalah anak bangsa yang rindu akan diri sendiri Mereka selalu bersamamu Di tempat pengabdian, sekolah Namun, mereka bukan milikmu

Kau menyalurkan ilmu dan pengetahuan kepadanya Kau sampaikan dari hati dan pikiran Dengan kata dan lakumu Pun dengan penuh cinta dan kesabaran

Kau dipanggilnya bapak ataupun ibu Lalu dengan embel-embel guru Begitupun kau bukan bapak ataupun ibu sesungguhnya Tetap saja itu sangat mulia

Mereka menganggapmu orang tua kedua Di tempat pengabdian, sekolah Jadi, mereka adalah anak-anakmu Kadang merajuk, menangis dan ceria bersamamu

Tanpa mereka Engkau bukan siapa-siapa Begitupun mereka Tanpa engkau, tak banyak tau apa-apa

Puisi Guruku

Puisi Guru

Guruku Pembimbingku Pengajarku Pahlawanku

Guruku Terimakasih ku ucap padamu Doa ku panjat untukmu Harap kau sehat selalu

Guruku Jasamu kan ku ingat selalu Setiap waktuku Dalam lubuk hatiku

Guruku Kau pengantar asaku Kau membagi ilmu pengetahuan Kau memberi contoh teladan

Guruku Harus bagaimana aku? Agar menjadi murid baik bagimu Yang ku bisa hanya berdoa untukmu

Puisi Guru Panjang

Puisi Guru

Guru… Sebelumnya tak pernah terpikir olehku Engkau datang dengan penuh tekadmu tuk mencerdaskan anak bangsa Tiap kali engkau masuk kelas, selalu membawa hal baru dalam ruang hidupku Penuh akan kesungguhan dan tak hilangkan canda sekalipun

Guru… Kini baru kusadari Salahku padamu teramat banyak, teramat tak terpuji Seringkali akupun membangkang, hirau akan pelajaran darimu

Guru… Aku benar menyadari tentang satu hal Betapa bodohnya diriku, yang kadang tak menghargai seluruh perjuanganmu Dan akupun tak bisa berbuat banyak tuk menggantinya

Engkau selalu memotivasiku, menyemangatiku kala ku sulit tuk melangkah Aku merasa, kini hidupku mulai berubah Kini aku mulai ingin mencoba banyak hal tanpa keluh ataupun kesah Hanya ku berharap bisa menjalankan apa yang telah guru ajarkan

Namamu kan selalu ada dalam doa, batin, dan hatiku Jasamu kan tertanam kuat dalam pikirku Mungkin aku bukanlah murid terbaikmu kala itu Namun, kini aku akan berusaha yang tebaik untuk dan olehmu

Puisi Hari Guru

Puisi Guru

Dulu dunia kami kosong Belum terisi sama sekali Mungkin hanya gelap dan warna nan hampa Tak bisa kemana-mana dan tak bisa apa-apa

Namun kini dunia kami penuh warna Goresan-goresan, garis-garis, pun titik-titik, lalu kata-kata Dan kalimat-kalimat yang dulu itu hanya mimpi semata Itu kini mulai terbuka dan terlihat oleh mata

Itu sebab kau yang memberitahu dan mengajarkan Tentang warna-warna nan indah Tentang garis yang harus dilukis Tentang kata yang harus dibaca Pun tentang kalimat yang harus diperbuat

Terimakasih guruku Dari lubuk terdalam hatiku Untuk semua perjuangan, pendidikan, dan pengajaranmu Pula untuk selain itu

Dengan pendidikan, senantiasa kita bisa berubah Dengan pendidikan, senantiasa bisa berjuang untuk bangsa Karena kau, guru adalah pendidik Di hari guru ini, semoga engkau selalu ikhlas dan tulus mendidik

Puisi Guru Favorit

Puisi Guru

“Guru Sejahtera”

Lihat dan lalu coba cermati Sosok yang datang di setiap pagi nan sepi Kemeja dan pantolannya selalu rapi Bergesper gelap dan kadang berdasi

Sepatu nan mengkilap melangkah dengan pasti Menjinjing laptop di tangan kiri Rambut pun tersisir rapi dab berminyak wangi Aromanya seharum minyak kasturi

Lihat di sana, rumahnya Sungguh bersih, dan indah Paduan hiasan, warna cat, dan alam menyatu serasi Rumput hijau menghiasi Pohon rimbun di kedua sisi Menambah suasana asri

Garasi mobil di bagian kiri Dihiasi tanaman pot yang mengelilingi Beberapa bangku terjejer di teras rumahnya Nampak dipenuhi bunga-bunga

Ada air mancur juga kolam Di sana ikan bergerombolan Ruangan dalam rumahpun tak ketinggalan Perabot sederhana tertata rapi

Hanya ada satu ruangan nan luas Namun, rak bukunya teramat besar Pun penuh dengan buku-buku Beraneka ragam judul, ribuan jumlahnya

Kamus, komik, tak ketinggalan anekah majalah Geografi, matematika, juga sejarah Karya sastra tentang puisi, cerpen, novel, pun prosa Buku cerita anak-anak hingga dewasa

Beragam kliping hingga ensiklopedi Berderet panjang karya ilmiahnya Itu adalah sumber ilmu semua

Ada pula alat elektronika Tuk menjadikan pelajaran lebih berjiwa Peta benua apapun ada di sana Globe dan beberapa alat peraga

Semua ia persiapkan sedemikian rupa, pelajaran Dengan begitu serius dan sungguh-sungguh Tuk kau sampaikan kepada murid, di depan kelas Besok ataupun lusa

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Puisi Guru

Gallery Puisi Terima Kasih Guru

Puisi Guru Terima Kasih Guru Youtube

Puisi Selamat Tinggal Guru Prayugo Khoir

Puisi Untuk Guru Moudyintanpermatasari

Doc Puisi Guruku Been Suyat Academia Edu

Kumpulan Puisi Terbaik Untuk Guru For Android Apk Download

Seperti Pelita Ditengah Kegelapan Terimakasih Guru

Puisi Terimakasih Guruku Youtube

25 Puisi Guru Tersayang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Untuk

Kumpulan Puisi Guru For Android Apk Download

Puisi Hari Guru Nasional

20 Ucapan Terimakasih Untuk Guru Yang Menyentuh Hati

Puisi Dewi Malam Terima Kasih Guruku Wattpad

25 Puisi Guru Tersayang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Untuk

25 Puisi Guru Tersayang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Untuk

Kata Kata Ucapan Terima Kasih Untuk Bapak Ibu Guru Puisi

Terimakasih Guruku

Puisi Hari Ini Balai Bahasa Kalimantan Barat

Puisi Untuk Guru For Android Apk Download

7 Puisi Untuk Guru Tercinta Yang Menyentuh Hati Kepogaul

Diriku Menginspirasi Dunia Puisi Hari Guru

15 Contoh Puisi Tentang Guru Yang Mengharukan Kepogaul

8 Puisi Terbaik Hari Guru Sempena Hari Guru 2016

Guru Oleh Cinta Nisrina Shofya Rahma Dan Contoh Puisi Guru Lain

Puisi Terima Kasih Guru

25 Puisi Guru Tersayang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Untuk

Terima Kasih Guru Aku Tak Punya Puisi Mohamad Guntur

Ebook Kompilasi 100 Sajak Terbaik Cikgu Iswan 1999 2014

5 Puisi Untuk Hari Guru Yang Menyentuh Hati Kepogaul


Belum ada Komentar untuk "Puisi Terima Kasih Guru"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel