Puisi Sutardji Calzoum Bachri



Images Tagged With Puisiscb On Instagram

Kumpulan Puisi Terkenal Karya Sutardji Calzoum Bachri

By Unknown 11.59 puisi 16 comments

Sutardji Calzoum Bachri yang akrab dipanggil Bung Tardji, lahir di Rengat, Indragiri Hulu, 24 Juni 1941. Beliau adalah pujangga indonesia yan diberi gelar "Presiden penyair Indonesia". Bung Tardji dikenal sebagai sastrawan pelopor puisi kontemporer. Penghargaan yang pernah diraihnya beliau adalah: 1. Hadiah Sastra Asean (SEA Write Award) dari Kerajaan Thailand (1979); 2. Menerima penghargaan Sastra Kabupaten Kepulauan Riau oleh Bupati Kepulauan Riau (1979); 3. Anugrah Seni Pemerintah Republik Indonesia (1993); 4. Menerima Anugrah Sastra Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Jakarta. (1990an); 5. Penghargaan Sastra Chairil Anwar (1998), dan 6. Dianugrahi gelar Sastrawan Perdana oleh Pemerintah Daerah Riau (2001).

berikut beberapa puisi terkenal karya Sutardji Calzoum Bachri:

ANA BUNGA Terjemahan bebas (Adaptasi) dari puisi Kurt Schwittters, Anne Blumme Oleh :

Sutardji Calzoum Bachri

Oh kau Sayangku duapuluh tujuh indera Kucinta kau Aku ke kau ke kau aku Akulah kauku kaulah ku ke kau Kita ? Biarlah antara kita saja Siapa kau, perempuan tak terbilang Kau Kau ? - orang bilang kau - biarkan orang bilang Orang tak tahu menara gereja menjulang Kaki, kau pakaikan topi, engkau jalan dengan kedua tanganmu Amboi! Rok birumu putih gratis melipat-lipat Ana merah bunga aku cinta kau, dalam merahmu aku cinta kau Merahcintaku Ana Bunga, merahcintaku pada kau Kau yang pada kau yang milikkau aku yang padaku kau yang padaku Kita? Dalam dingin api mari kita bicara Ana Bunga, Ana Merah Bunga, mereka bilang apa? Sayembara :                 Ana Bunga buahku                 Merah Ana Bunga                 Warna apa aku? Biru warna rambut kuningmu Merah warna dalam buah hijaumu Engkau gadis sederhana dalam pakaian sehari-hari Kau hewan hijau manis, aku cinta kau Kau padakau  yang milikau yang kau aku yang milikkau kau yang ku Kita ? Biarkan antara kita saja pada api perdiangan Ana Bunga, Ana, A-n-a, akun teteskan namamu Namamu menetes bagai lembut lilin Apa kau tahu Ana Bunga, apa sudah kau tahu? Orang dapat membaca kau dari belakang Dan kau yang paling agung dari segala Kau yang dari belakang, yang dari depan A-N-A Tetes lilin mengusapusap punggungku Ana Bunga Oh hewan meleleh Aku cinta yang padakau! 1999 Catatan: Terjemahan Anna Blume dikerjakan untuk panitia peringatan Kurt Schwitters, Niedersachen, Jerman. OASE: Sajak-sajak Sutardji Calzoum Bachri

Republikaedisi : 28 November 1999

GAJAH DAN SEMUT Oleh :

Sutardji Calzoum Bachri

tujuh gajah cemas meniti jembut serambut tujuh semut turun gunung terkekeh kekeh perjalanan kalbu 1976-1979 sajak-sajak: Sutardji Calzoum Bachri Date: Wed, 17 Nov 1999 01:27:04 -0800 Mailing List MSI Penyair

Pengirim Nanang Suryadi

MANTERA Oleh :

Sutardji Calzoum Bachri

                    lima percik mawar                     tujuh sayap merpati                     sesayat langit perih                     dicabik puncak gunung                     sebelas duri sepi                     dalam dupa rupa                     tiga menyan luka                     mengasapi duka                     puah!                     kau jadi Kau!                     Kasihku         Memahami Puisi, 1995

        Mursal Esten

 TRAGEDI WINKA & SIHKA Oleh :

Sutardji Calzoum Bachri

             kawin                      kawin                               kawin                                       kawin                                                     kawin                                               ka                                           win                                        ka                                   win                               ka                           win                       ka                 win             ka                 winka                         winka                                 winka                                         sihka                                                 sihka                                                         sihka                                                                 sih                                                             ka                                                         sih                                                     ka                                                 sih                                             ka                                         sih                                     ka                                 sih                             ka                                 sih                                     sih                                         sih                                             sih                                                 sih                                                     sih                                                         ka                                                             Ku         Memahami Puisi, 1995

        Mursal Esten

IDUL FITRI

oleh: Sutardji calzoum bachri

Lihat Pedang tobat ini menebas-nebas hati dari masa lampau yang lalai dan sia Telah kulaksanakan puasa ramadhanku, telah kutegakkan shalat malam telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang Telah kuhamparkan sajadah Yang tak hanya nuju Ka’bah tapi ikhlas mencapai hati dan darah Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya Maka aku girang-girangkan hatiku Aku bilang: Tardji rindu yang kau wudhukkan setiap malam Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang Namun si bandel Tardji ini sekali merindu Takkan pernah melupa Takkan kulupa janji-Nya Bagi yang merindu insya Allah ka nada mustajab Cinta Maka walau tak jumpa denganNya Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini Semakin mendekatkan aku padaNya Dan semakin dekat semakin terasa kesia-siaan pada usia lama yang lalai berlupa O lihat Tuhan, kini si bekas pemabuk ini ngebut di jalan lurus Jangan Kau depakkan lagi aku ke trotoir tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia Kini biarkan aku meneggak marak CahayaMu di ujung sisa usia O usia lalai yang berkepanjangan Yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus Tuhan jangan Kau depakkan aku lagi ke trotoir tempat aku dulu menenggak arak di warung dunia Maka pagi ini Kukenakan zirah la ilaha illAllah aku pakai sepatu sirathal mustaqim aku pun lurus menuju lapangan tempat shalat Id Aku bawa masjid dalam diriku Kuhamparkan di lapangan Kutegakkan shalat Dan kurayakan kelahiran kembali

di sana

AYO Oleh :

Sutardji Calzoum Bachri

Adakah yang lebih tobat dibanding air mata adakah yang lebih mengucap dibanding airmata adakah yang lebih nyata adakah yang lebih hakekat dibanding airmata adakah yang lebih lembut adakah yang lebih dahsyat dibanding airmata para pemuda yang melimpah di jalan jalan itulah airmata samudera puluhan tahun derita yang dierami ayahbunda mereka dan diemban ratusan juta mulut luka yang terpaksa mengatup diam kini airmata lantang menderam meski muka kalian takkan dapat selamat di hadapan arwah sejarah ayo masih ada sedikit saat untuk membasuh pada dalam dan luas airmata ini ayo jangan bandel jangan nekat pada hakekat jangan kalian simbahkan gas airmata pada lautan airmata                           malah tambah merebak jangan letupkan peluru logam akan menangis dan tenggelam              dikedalaman airmata jangan gunakan pentungan mana ada hikmah mampat karena pentungan para muda yang raib nyawa karena tembakan yang pecah kepala sebab pentungan memang tak lagi mungkin jadi sarjana atau apa saia namun mereka telah nyempurnakan bakat gemilang sebagai airmata yang kini dan kelak selalu dibilang bagi perjalanan bangsa OASE: Sajak-sajak Sutardji Calzoum Bachri

Republika edisi : 28 November 1999

HERMAN oleh: Sutardji Calzoum bachri herman tak bisa pijak di bumi tak bisa malam di bulan tak bisa hangat di matari tak bisa teduh di tubuh tak bisa biru di lazuardi tak bisa tunggu di tanah tak bisa sayap di angin tak bisa diam di awan tak bisa sampai di kata tak bisa diam di diam tak bisa paut di mulut tak bisa pegang di tangan takbisatakbisatakbisatakbisatakbisatakbisa di mana herman? kau tahu? tolong herman tolong tolong tolong tolongtolongtolongtolongngngngngng!

Sutardji Calzoum Bachri, O AMUK KAPAK ,1981 1

WALAU oleh: Sutardji Calzoum Bachri walau penyair besar takkan sampai sebatas allah dulu pernah kuminta tuhan dalam diri sekarang tak kalau mati mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat jiwa membumbung dalam baris sajak tujuh puncak membilang bilang nyeri hari mengucap ucap

di butir pasir kutulis rindu rindu

HILANG (KETEMU)

oleh: Sutardji Calzoum Bachri batu kehilangan diam jam kehilangan waktu pisau kehilangan tikam mulut kehilangan lagu langit kehilangan jarak tanah kehilangan tunggu santo kehilangan berak Kau kehilangan aku batu kehilangan diam jam kehilangan waktu pisau kehilangan tikam mulut kehilangan lagu langit kehilangan jarak tanah kehilangan tunggu santo kehilangan berak Kamu ketemu aku walau huruf habislah sudah alifbataku belum sebatas allah

1979

Gallery Puisi Sutardji Calzoum Bachri

Puisi Sutardji Calzoum Bachri Hemat Puisi Sangat

Pdf Dimensi Sufistik Dalam Puisi Cermin Karya Sutardji

Sutardji Calzoum Bachri

Puisisutardjicalzoumbachri Hash Tags Deskgram

Puisi Kontemporer Karya Sutardji Calzoum Bachri Kumpulan

Sutardji Calzoum Bachri Kaskus

Biografi Puisi Sutardji Calzoum Bachri Sang Presiden

Kumpulan Puisi Kontemporer

Informasi Terbaru Tentang Sutardji Tweet Per Detik

Sajak Sajak Sutardji Calzoum Bachri Konfrontasi

Ppt Dra Herlina Rusmaryanti M Pd Powerpoint

Sembilan Sastrawan Legendaris Indonesia Dan Puisi Karyanya

Puisi Sutardji Calzoum Bachri Berdepan Depan Dengan Ka Bah Ulumul Quran Juli 1989

Videos Matching Sutardji Calzoum Bachri Mpg Revolvy

Makna Tekstual Puisi Pendek Sutardji Calzoum Bachri

Puisi Luka Karya Sutardji Calzoum Bachri Kt Puisi

Pengertian Dan Contoh Contoh Puisi Kontemporer Lengkap

Menulis Di Atas Tulisan Sang Nananging Jagad

Mengobrak Abrik Puisi Karya Artikel Musik Indie

Dimensi Sufistik Dalam Puisi Tapi Dan Belajar Membaca

Analisis Puisi O Karya Sutardji Calzoum Bachri

Puisi Kontemporer

Puisi Sutardji Calzoum Bachri Horison No6th3 Juni 1968

Twt Seni Thezads On Twitter Ini Pula Aram Sorayan Aram

Desain Grafis Indonesia

Pencarian Hakikat Ketuhanan Dalam Kumpulan Puisi O Amuk

Kumpulan Puisi Sutardji Calzoum Bachri

Kentut Kumpulan Puisi A Slamet Widodo Pengantar Sutardji Calzoum Bachri

Pengertian Puisi Kontemporer Ciri Jenis Dan Contohnya


Belum ada Komentar untuk "Puisi Sutardji Calzoum Bachri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel