Standar Rasio Keuangan Perusahaan Yang Sehat



Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

MENILAI KESEHATAN PERUSAHAAN DENGAN ANALISA RASIO LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS

PENDAHULUAN

          Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa mendatang. Dengan analisis rasio ini dapat diketahui kekuatan serta kelemahan yang dimiliki oleh seorang business entreprise. Rasio tersebut dapat memberikan indikasi apakah perusahaan memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban finansialnya, besarnya piutang yang cukup rasional, efisiensi manajemen persediaan, perencanaan pengeluaran investasi yang baik dan struktur modal yang sehat sehingga tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat dicapai.

          Untuk melakukan analisis ini dapat dengan cara membandingkan prestasi satu periode dibandingkan dengan periode sebelumnya sehingga diketahui adanya kecenderungan selama periode tertentu. Selain itu dapat pula dilakukan dengan cara membandingkan dengan perusahaan sejenis dalam industri itu sehingga dapat diketahui bagaimana posisi perusahaan dalam industri. Perlu disadari bahwa analisis rasio keuangan ini hanya memberikan gambaran satu sisi saja, oleh sebab itu masih diperlukan lagi tambahan data agar dapat lebih baik.

PEMBAHASAN

1. Rasio Likuiditas

Analisis rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial yang berjangka pendek tepat pada waktunya. Likuiditas perusahaan ditunjukkan oleh besar kecilnya aktiva lancar yaitu aktiva yang mudah untuk diubah menjadi kas yang meliputi kas, surat berharga, piutang, persediaan. Dengan menggunakan laporan keuangan yang terdiri atas neraca laporan laba rugi, laporan perubahan modal, maka :

                            Aktiva lancar

Current rasio =   ——————   x   100%

                            Utang lancar

Semakin tinggi current rasio berarti semakin besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi finansial jangka pendek.

          Suatu perusahaan yang mempunyai “kekuatan membayar” belum tentu dapat memenuhi kewajiban finansial yang segera harus dipenuhi. Perusahaan yang mempunyai kekuatan membayar sedemikian besarnya sehingga mampu memenuhi segala kewajiban finansial yang segera harus dipenuhi, dikatakan bahwa perusahaan tersebut adalah likuid dan sebaliknya yang tidak mempunyai kekuatan membayar adalah illikuid.

          Apabila dalam mengukur tingkat likuiditas dengan menggunakan current ratio sebagai alat pengukurnya, maka tingkat likuiditas atau current ratio suatu perusahaan dapat dipertinggi dengan jalan, yaitu :

a. Dengan utang lancar (current liabilities) tertentu diusahakan untuk menambah aktiva lancar (current assets).

b. Dengan aktiva lancar tertentu, diusahakan untuk mengurangi jumlah utang lancar.

c. Dengan mengurangi jumlah utang lancar bersama-sama dengan mengurangi aktiva lancar.

          Mengingat bahwa current ratio adalah angka perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar, maka setiap transaksi yang mengakibatkan perubahan jumlah aktiva lancar atau utang lancar, baik masing-masing atau kedua-duanya, akan dapat mengakibatkan perubahan current ratio, yang berarti akan mengakibatkan perubahan tingkat likuiditasnya. Dengan cara-cara untuk mempertinggi current ratio sebagaimana disebut diatas, maka transaksi dapat diadakan pada sektor aktiva lancar, utang lancar, atau kedua-duanya.

a. Di Sektor Aktiva Lancar

Transaksi-transaksi yang dapat menaikkan aktiva lancar adalah menjual aktiva tetap, mendapatkan tambahan modal sendiri.

b. Di Sektor Utang Lancar

Transaksi-transaksi yang dapat menagakibatkan turunnya atau berkurangnya utang lancar pada pokoknya adalah sama seperti transaksi-transaksi yang dapat menaikkan aktiva lancar, tetapi disini tambahan dana tidak digunakan untuk menambah aktiva lancar melainkan digunakan untuk membayar atau mengurangi utang lancar.

c. Di Sektor Aktiva Lancar dan Utang Lancar

Dengan adanya transaksi yang menyangkut kedua “current ratio” tersebut akan dapat mengakibatkan perubahan current ratio. Misalnya dengan mengurangi aktiva lancar digunakan untuk mengurangi utang lancar. Mengukur likuiditas dapat menggunakan “quick ratio” atau “acid test ratio”.

2. Rasio Solvabilitas

          Solvabilitas perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala finansial apabila sekiranya perusahaan tersebut pada saat itu di likuidasikan. Suatu perusahaan yang solvabel berarti bahwa perusahaan tersebut mempunyai aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua utang-utangnya tetapi tidak dengan sendirinya berarti perusahaan itu likuid. Sebaliknya perusahaan yang insolvabel tidak dengan sendirinya berarti bahwa perusahaan tersebut adalah juga likuid. Dalam hubungan antara likuiditas dan solvabilitas ada 4 kemungkinan yang dapat dialami oleh perusahaan, yaitu :

a. Perusahaan yang likuid tetapi insovabel

b. Perusahaan yang likuid tetapi solvabel

c. Perusahaan yang solvabel tetapi illikuid

d. Perusahaan yang insovabel dan illikuid

Perusahaan yang insovabel tetapi likuid tidak segera dalam keadaan kesukaran finansial tetapi perusahaan yang illikuid akan segera dalam kesukaran karena menghadapi tagihan-tagihan dari krediturnya. Perusahaan yang insovabel tetapi likuid masih dapat bekerja dengan baik dan masih mempunyai kesempatan atau waktu untuk memperbaiki solvabilitasnya. Solvabilitas suatu perusahaan dapat dilihat dari neracanya, tetapi yang menjadi soal adalah neraca yang mana yang diambil antara neraca likuidasi atau neraca yang menggambarkan nilai yang sebenarnya dari perusahaan yang dalam keadaan usaha atau operasi. Apabila didasarkan neraca likuidasi ini juga tidak salah, karena dalam menentukkan solvabilitas kebanyakan didasarkan pada nilai penjualan atau nilai likuidasi dari aktiva.  Dengan demikian masalah solvabilitas disini didasarkan pada sudut pandang likuidasi.

Apabila mendasarkan pada sudut pandang kontinuitas dan komplementaritas dari perusahaan, dalam menentukan tingkat solvabilitas perusahaan tidak mendasarkan pada nilai likuidasi atau nilai penjualan dari aktiva, melainkan didasarkan pada nilai yang sebenarnya dari aktiva yang dimiliki oleh perusahaan dalam keadaan operasi.

Solvabilitas suatu perusahaan dapat diukur dengan membandingkan jumlah aktiva (total assets) di satu pihak dengan jumlah utang (baik jangka pendek maupun jangka panjang) di lain pihak. Cara lain dapat digunakan untuk mengukur solvabilitas adalah dengan membandingkan modal sendiri yang merupakan kelebihan nilai dari aktiva diatas utang di satu pihak dengan jumah utang dilain pihak. Tingkat solvabilitas dapat dipertinggi dengan jalan, yaitu :

a. Menambah aktiva tanpa menambah utang atau menambah aktiva relatif lebih besar daripada tambahan utang

b. Mengurangi utang tanpa mengurangi aktiva atau mengurangi utang relatif lebih besar daripada berkurangnya aktiva

Baik dengan cara pertama maupun kedua tersebut tidak lain mengharuskan adanya tambahan modal sendiri. Apabila pada alternatif pertama tambahan modal sendiri ditambahkan pada aktiva sedangkan pada alternatif kedua tambahan modal sendiri digunakan untuk mengurangi atau membayar utang. Untuk mengukur besarnya solvabilitas digunakan formula sebagai berikut :

                               Total utang

Debt to Equity =   —————–   x   100%

                             Modal sendiri

Rumus-rumus rasio keuangan, sebagai berikut :

                          Kas + Efek

Cash ratio =   ——————–   x   100 %.

                       Hutang Lancar

                                                   Aktiva Lancar – Persediaan

Acid test ratio / Quick Ratio  =   ————————————   x   100 %.

                                                            Hutang Lancar

                                                                  Aktiva Lancar – Persediaan

Working Capital to Total Assets Ratio  =  ————————————   x   100 %.

                                                                             Total Aktiva

KESIMPULAN

          Likuiditas adalah berhubungan dengan masalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Jumlah alat-alat pembayaran (alat likuid) yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada suatu saat merupakan kekuatan membayar dari perusahaan yang bersangkutan. Suatu perusahaan yang mempunyai kekuatan membayar belum tentu dapat memenuhi segala kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi atau dengan kata lain perusahaan tersebut belum tentu memiliki kemampuan membayar. Solvabilitas suatu perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya apabila perusahaan sekiranya saat ini di likuidasikan. Pengertian solvabilitas dimaksudkan sebagai kemampuan perusahaan untuk membayar semua utang-utangnya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Secara simultan likuiditas, solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Hal ini dapat dilihat dengan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya dan kemampuan perusahaan dalam mengelola keuangan perusahaan.

Gallery Standar Rasio Keuangan Perusahaan Yang Sehat

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Lengkap Cpssoft

4 Cara Menilai Perusahaan Yang Sehat Dari Kinerja Laporan

Doc Jurnal Laporan Keuangan Zaki Muzaki Academia Edu

Analisa Kesehatan Keuangan

Laporan Keuangan Hadi Management

Rafika Can Do Latihan 2 Softskill Analisis Rasio

Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Rasio Profitabilitas

Tugas 3 Alk Maret Docx 2 Buat Analisis Rasio Keuangan

Pt Garuda Indonesia Persero Tbk

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Lengkap Cpssoft

Pdf Analisis Rasio Keuangan Pada Perusahaan Yang Melakukan

09pj Se96

Pt Sinar Mas Multiartha Tbk Dan Entitas Anak

Aspek Rasio Lancar Doc Document

Evaluasi Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Sektor Industri

Untitled

Hubungan Analisis Ratio Keuangan Dengan Kesehatan Perusahaan

Pt Konimex

Analisis Laporan Keuangan Saktu

Paper Seminar Manajemen Keuangan Analisis Rasio Industri


Belum ada Komentar untuk "Standar Rasio Keuangan Perusahaan Yang Sehat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel