Pengertian Transportasi Menurut Para Ahli



Pengertian Transportasi Fungsi Pihak Dan Moda

Definisi menurut para ahli dan Dasar Hukum Transportasi

Fakultas Hukum Universitas Nasional

Oleh : Dzikru Mirfaqul Ulfi

Definisi Transportasi Menurut Para Ahli

Secara etimologis, transportasi berasal dari bahasa latin, yaitu transportare, trans berarti seberang atau sebelah lain; dan portare berarti mengangkut atau membawa. Dengan demikian, transportasi berarti mengangkut atau membawa sesuatu ke sebelah lain atau dari suatu tempat ke tempat lainnya. Hal ini berarti bahwa transportasi merupakan jasa yang diberikan, guna menolong orang atau barang untuk dibawa dari suatu tempat ke tempat lain lainnya. Sehingga transportasi dapat didefenisikan sebagai usaha dan kegiatan mengangkut atau membawa barang dan/atau penumpang dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Secara Harfiah Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Pengertian Transportasi Menurut Para Ahli.

Menurut Salim (2000) transportasi adalah kegiatan pemindahan barang (muatan) dan penumpang dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam transportasi ada dua unsur yang terpenting yaitu pemindahan/pergerakan (movement) dan secara fisik mengubah tempat dari barang (comoditi) dan penumpang ke tempat lain.

Menurut Hasim Purba di dalam bukunya ”Hukum Pengangkutan Di Laut”, pengangkutan adalah ”kegiatan pemindahan orang dan atau barang dari suatu tempat ke tempat lain baik melalui angkutan darat, angkutan perairan maupun angkutan udara dengan menggunakan alat angkutan. Jadi pengangkutan itu berupa suatu wujud kegiatan dengan maksud memindahkan barang-barang atau penumpang (orang) dari tempat asal ke suatu tempat tujuan tertentu”.

Menurut Soegijatna Tjakranegara, pengangkutan adalah memindahkan barang ataucommodity of goods dan penumpang dari suatu tempat ketempat lain, sehingga pengangkut menghasilkan jasa angkutan atau produksi jasa bagi masyarakat yang membutuhkan untuk pemindahan atau pengiriman barangbarangnya.

Selanjutnya Abdulkadir Muhammad menguraikan istilah ”pengangkutan” dengan mengatakan bahwa pengangkutan meliputi tiga dimensi pokok yaitu : ”pengangkutan sebagai usaha (business); pengangkutan sebagai perjanjian (agreement); dan pengangkutan sebagai proses (process)”. Sedangkan pengangkutan sebagai perjanjian (agreement), pada umumnya bersifat lisan (tidak tertulis) tetapi selalu didukung oleh dokumen angkutan. Perjanjian pengangkutan dapat juga dibuat tertulis yang disebut carter (charterparty). Jadi perjanjian pengangkutan pada umumnya diadakan secara lisan, yang didukung oleh dokumen yang membuktikan bahwa perjanjian itu sudah terjadi. Abdulkadir Muhammad mendefenisikan Pengangkutan sebagai proses kegiatan pemindahan penumpang dan/atau barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan berbagai jenis alat pengangkut mekanik yang diakui dan diatur undang-undang sesuai dengan bidang angkutan dan kemajuan teknologi. Selanjutnya ia menambahkan bahwa pengangkutan memiliki tiga dimensi pokok, yaitu pengangkutan sebagai usaha, pengangkutan sebagai perjanjian dan pengangkutan sebagai proses.

Secara yuridis defenisi atau pengertian pengangkutan pada umumnya tidak ditemukan dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Walaupun demikian, pengangkutan itu menurut hukum atau secara yuridis dapat didefenisikan sebagai suatu perjanjian timbal balik antara pihak pengangkut dengan pihak yang diangkut atau pemilik barang atau pengirim, dengan memungut biaya pengangkutan.

Menurut Miro (2005) transportasi dapat diartikan usaha memindahkan, mengerakkan, mengangkut, atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat lain, di mana di tempat lain ini objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan tertentu.

Sedangkan menurut Nasution (2008) adalah sebagai pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan.

Menurut Ridwan Khairindy, pengangkutan merupakan pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Ada beberapa unsur pengangkutan, yaitu sebagai berikut:

1)      Adanya sesuatu yang diangkut;

2)      Tersedianya kendaraan sebagai alat angkut

3)      Ada tempat yang dapat dilalui alat angkut.

Menurut H.M.N Purwosutjipto menyatakan bahwa “Pengangkutan adalah perjanjian timbal balik antara pengangkut dengan pengirim, dimana pengangkut mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan barang dan/atau orang dari suatu tempat ke tempat tujuan tertentu dengan selamat, sedangkan pengirim mengikatkan diri untuk membayar uang angkutan”.

Berdasarkan pengertian diatas menurut pendapat saya Transportasi adalah suatu interaksi timbale balik antara pengangkut dan pengirim untuk melakukan perjanjian, dimana pengangkut harus mengirim barang dari suatu tempat ketempat tujuan dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia, hewan maupun mesin.

Dasar Hukum

Ketentuan-ketentuan umum mengenai pengangkutan dalam Kitab Undang-UndangHukum Dagang dapat ditemukan di dalam beberapa pasal, yaitu sebagai berikut:

a)      Buku 1 Bab V bagian 2 dan 3, mulai dari Pasal 90 sampai dengan Pasal 98 TentangPengangkutan darat Dan Pengangkutan Perairan Darat;

b)      Buku II Bab V Pasal 453 sampai dengan Pasal 465 Tentang Pencarteran Kapal, Buku IIBab V A Pasal 466 sampai dengan Pasal 520 Tentang Pengangkutan Barang, dan Buku IIBab V B Pasal 521 sampai Pasal 544a Tentang Pengangkutan Orang;

c)      Buku I Bab V Bagian II Pasal 86 sampai dengan Pasal 90 mengenai Kedudukan ParaEkspeditur sebagai Pengusaha Perantara;

d)     Buku I Bab XIII Pasal 748 sampai dengan Pasal 754 mengenai Kapal-Kapal yang melaluiperairan darat.

Sedangkan ketentuan-ketentuan tentang pengangkutan di luar KUH Dagang terdapat dalam sumber-sumber khusus, yaitu antara lain 54:

a)      Konvensi-konvensi internasional;

b)      Perjanjian bilateral atau perjanjian multilateral;

c)      Peraturan perundang-undangan nasional;

d)     Yurisprudensi;

e)      Perjanjian-perjanjian antara:

·         Pemerintah-Perusahaan Angkutan

·         Perusahaan Angkutan- Perusahaan Angkutan

·         Perusahaan Angkutan- pribadi/swasta

Sedangkan peraturan-peraturan khusus untuk tiap-tiap jenis pengangkutan tersebut,yaitu diatur di dalam:

A.    Pengangkutan Darat, diatur di dalam:

1.      Pasal 91 sampai dengan Pasal 98 tentang surat angkutan dan tentang pengangkut dan juragan perahu melalui sungai dan perairan darat

2.      Ketentuan di luar KUH Dagang/ KUH Perdata, terdapat di dalam:

a)      Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1984 Tentang Pos

b)      Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 Tentang Perkeretaapian

c)      Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalansebagaimana telah dirubah dengan UU No. 9 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

B.     Pengangkutan Laut, diatur di dalam:

1.      KUH Dagang yaitu pada:

a)      Buku II Bab V Tentang perjanjian carter kapal

b)      Buku II Bab VA Tentang Tentang Pengangkutan barang-barang

c)      Buku II Bab V B Tentang Pengangkutan Orang.

2.      Ketentuan lainnya dapat ditemukan pada:

a)      Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1992 Tentang Pelayaran

b)      Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2002 Tentang Perkapalan

c)      Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 Tentang kepelabuhan

d)     Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 33 Tahun 2001 Tentang  Penyelenggaraan dan Penguasaan Angkutan Laut.

C.     Pengangkutan udara; ketentuan peraturan perundang-undangan nasional yang mengatur tentang angkutan udara, antara lain:

a)      Undang-undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan

b)      Ordonansi Pengangkutan Udara 1939 (luchtervoerordonanntie) tentang tanggung jawab pengangkut udara

c)      Peraturan pemerintah Nomor 40 Tahun 1995 Tentang Angkutan Udara.

Gallery Pengertian Transportasi Menurut Para Ahli

Pengertian Dan Kegunaan Bootstrap Menurut Para Ahli Halaman

Sarana Dan Prasarana Pengertian Fungsi Ruang Lingkup

Pengertian Dan Fungsi Transportasi Kajianpustaka Com

Pengertian Transportasi Fungsi Manfaat Dan Kegunaan

Linc Group News And Event

Pengertian Transportasi Adalah Fungsi Manfaat Jenis Dan

28 Pengertian Kota Menurut Para Ahli Lengkap Dengan

Pembahasan Lengkap Teori Implementasi Kebijakan Sarana

Pengertian Desa Menurut Para Ahli Serta Fungsi Ciri Ciri Desa

Pengertian Jasa Ciri Ciri Jenis Dan Contoh Jasa

Pdf Sistem Transportasi 1 I Pendahuluan W Yudi

Pengertian Ekspor Tujuan Manfaat Jenis Dan Prosedur

Teknologi Pengertian Sejarah Jenis Macam Dan Menurut

28 Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli Bahas Lengkap

Ppt Per Tranportasi Edit

Bab Ii Tinjauan Pustaka Transportasi Laut

Pengertian Jalan Tol Menurut Para Ahli 2020

Pengertian Logistik Tujuan Manfaat Dan Aktivitas Logistik

Keselamatan Transportasi Publik Akan Dinilai Gaikindo

Indo Logistics 2012

Yoska Saputra Kurniawan Pengetian Atau Definisi

Transportasi Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas

Pdf Aksesibilitas Pariwisata Foundary Sice Academia Edu

Pengertian Csr Menurut Para Ahli Tujuan Manfaat Csr

Pengertian Transportasi Menurut Para Ahli Joko Siswanto

Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli Secara Umum

33 Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli Dalam Bukunya

Pengertian Assessment Menurut Para Ahli Yang Jarang Diketahui


Belum ada Komentar untuk "Pengertian Transportasi Menurut Para Ahli"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel