Siklus Hidup Cacing Hati



Siklus Hidup Trematoda Blog

Cacing Trematoda (CAcing Daun/Cacing Pipih)

1.    Pendahuluan Trematoda berasal dari bahasa yunani Trematodaes yang berarti punya lobang,  bentuk tubuh pipih dorso ventral sperti daun.Umumnya semua organ tubuh tak punya ronggat tubuh dan mempunyai Sucker atau kait untuk menempel pada parasit ini di luar atau di organ dalam induk semang. Saluran pencernaaan mempunyai mulut, pharink, usus bercabang cabang. tapi tak punya anus.  Sistem eksretori bercabang- cabang, mempunyai flame cell yaitu kantong eksretori yang punya lubang lubang di posterior. Hermaprodit, kecuali famili Schistosomatidae. Siklis hidup ada secara langsung (Monogenea) dan tak langsung (Digenea) Trematoda atau cacing daun yang berparasit pada hewan dapat dibagi menjadi tiga sub klas yaitu Monogenea, Aspidogastrea, dan Digenea. Pada hewan jumlah jenis dan macam cacing daun ini jauh lebih besar dari pada yang terdapat pada manusia, karena pada hewan sub klas ini dapat dijumpai. Dalam makalah ini kami membahas khusus Dicrocoelium dendriticum yang merupakan spesies dari genus Dicrocoelium dari sub klas Digenea,Semua cacing daun yang termasuk golongan sub klas Digenea ini berparasit pada siklus hidupnya. Sebagai induk semang perantara adalah mollusca tetapi kadang juga pelkecypoda.  Banyak dari apa yang sekarang diketahui tentang D. dendriticum adalah hasil kerja para naturalis seperti Wendell Krull. Sementara itu D. Dendriticum juga ditemukan oleh Rudolphi pada 1819 dan . Hospes definitif ditemukan oleh Loos tahun 1899, seluruh siklus hidup tidak diketahui,sampai CR peta Krull  menerbitkan karyanya dari tahun1951-1953 secara mendetil tentang pengamatan dan percobaan D. denriticum. Untuk lebih jelasnya kami membahas secara Deskrptif dalam makalah ini. 2.     Etiologi Penyakit dicrocoeliasis disebabkan oleh cacing hati dicrocoelium dendriticum yang biasanya terdapat di dalam pembuluh empedu domba, rusa, babi, anjing, mamalia lain, dan kadang – kadang pada manusia di Eropa,Asia, dan Amerika Utara (Anonimus, 2009). 2.1. morfologi •    Tubuh memanjang,  dengan panjang 6-10 × 1,5-2,5 mm. Bagian anterior sempit di bagian lengan melebar •    Diposterior alat kelamindipenuhi uterus yang bercabang-cabang •    Telur coklat 36-45×20-32 mikron, beropeculum •    Terdapat didalam duktus biliverus domba, kambing, sapi, anjing, keledai, kelinci, jarang pada manusia 2.2. Siklus Hidup

 

Keterangan Gambar : •    Host intermediet 1 : siput •    Host intermediet 2 : semut Telur dimakan H.I → menetas→ mirasidium→ migrasi ke glandula mesenterika→ sporosiste→ sporosiste anak → serkaria→ bergerombol, satu sama lain dilekat kan oleh subtansi gelatinous yang disebut “SLIME BALLS”→ mengandung 200-400 serkaria→ dikeluarkan dari siput→ melekat di tumbuh-tumbuhan. Slime balls dimakan semut. Metaserkaria di cavum abdominalis semut ± 128 per semut. Dapat juga memasuki otak semut. Induk semang definitif terinfeksi karena makan semut→ duktus biliverus→ hati Cacing yang kecil masuk kecabang duktus biliverus→menempel dengan perubahan patologi tidak begitu tampak untuk memproduksi telur yang di butuhkan sekitar 11 minggu setelah hewan memakan metaserkaria (dibanding Fasciola hepatica) kecuali ada infeksi berat. Pada infeksi lanjut→ Cirrhosis hepatica dan terbentuk pada permukaan hati, duktus biliverus melebar terisi cacing.  2.3. Distribusi  Terdapat di dalam pembuluh empedu domba, rusa, babi, anjing, mamalia lain, dan kadang – kadang pada manusia di Eropa,Asia,New york dan Amerika Utara (Anonimus, 2009). 2.4. Predileksi Predileksi didalam duktus biliverus domba, kambing, sapi, anjing, keledai, kelinci, jarang pada manusia. 2.5. Host •    Host intermediet  1 : siput →Cionella lubrica •    Host intermediet  2 : Semut→ famili formica •    Host definitif pada domba, kambing, sapi, anjing, keledai, kelinci, jarang pada manusia yang termakan host intermediet 2 2.6.Gejala Klinis •    Oedema dan kurus tetapi pada beberapa kejadian tidak ada gejala klinis •    Serosis pada permukaan liver dan duktus empedu •    Adanya anemia •    Terjadinya proliferasi glandula epitel pada duktus biliverus 2.7. Patogenesa Cacing kecil mengadakan penetrasi dalam duktus biliverus infeksi yang tinggi pernah terjadi pada domba kira-kira 2000 D.denriticum. Di Spanyol 34℅ sapi, Domba 23℅, 45℅ pada kambing, Switzerland 40℅. 2.8. Diagnosa •    Gejala klinis •    Sejarah pastur •    Ditemukan D.denriticum imatur dalam feses cair •    Post mortem yaitu serosis merupakan sejumlah besar cacing ditemukan pada duktus biliverus Diagnosis untuk infeksi dicrocoeliasis melibatkan identifikasi D. dendriticum telur dalam kotoran manusia atau hewan. Namun, pada manusia, telur dalam tinja mungkin hasil dari hewan yang terinfeksi menelan mentah hati dan mungkin tidak pada kenyataannya menunjukkan dicrocoeliasis. Oleh karena itu, memeriksa cairan empedu atau duodenum untuk telur adalah teknik diagnostik yang lebih akurat.

Pada hewan, diagnosa melibatkan  bedah bangkai dari hati. Baru-baru ini, sebuah ELISA menggunakan antigen D. dendriticum mampu mengidentifikasi kasus dicrocoeliasis domba di Italia..

Gallery Siklus Hidup Cacing Hati

Siklus Hidup Cacing Hati

Siklus Hidup Cacing Hati Unas Sma Biologi 2015 06

Parasit Cacing Yang Ditularkan Melalui Media Pakan Makanan

Seputar Aktivitas Pak Uhan Guru Sma Dosen Akper Dan Dosen

78 Gambar Anatomi Cacing Hati Paling Keren Infobaru

Waspada Cacing Hati Pada Hewan Ternak Welcome To Prasaja Blog

Carta Siklus Hidup Cacing Hati

Siklus Daur Hidup Cacing Hati Pita Tambang Penegrtian

Daur Hidup Biologi

Daur Hidup Cacing 546gprxjz7n8

4 Daur Hidup Taenia Saginata Morfologi Pengertian Ciri

Daur Hidup Siklus Hidup Cacing Isap Tentorku

Cacing Hati Siapa Takut Kompasiana Com

Askariasis Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas

7 Daur Hidup Cacing Hati Pada Hewan Dan Manusia

Siklus Hidup Fasciola Hepatica

Daur Hidup Cacing Hati Pengertian Dan Ciri Ciri Beserta

Saonone S Daur Hidup Fasciola Hepatica Cacing Hati

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Biologi 01 Gambar Siklus

Cara Memutus Daur Hidup Cacing Hati Materibelajar Co Id

4 Daur Hidup Cacing Tambang Secara Singkat Dosenbiologi Com

Daur Hidup Fasciola Hepatica Cacing Hati Pengertian


Belum ada Komentar untuk "Siklus Hidup Cacing Hati"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel