Hari Ini Hari Yang Telah Dijadikan Tuhan



Nita Sinaga Hari Ini Hari Yang Telah Dijadikan Tuhan Youtube

15. INILAH HARI YANG DIJADIKAN TUHAN

Berikut ini adalah kutipan dari kesaksian “Kabar Baik! Kedok Penipuan Iblis Dibuka! Kebenaran Yang Memerdekakan.”:

“Di rumah kakak, pagi, 21 Desember 2006, kurang lebih pukul 8.00, saya membaca Alkitab di kamar. Seperti biasa, setelah berdoa, saya membaca Alkitab secara acak. Dan pagi itu, tangan saya membawa saya pada Ulangan Pasal 4, dengan perikop “Musa Menasihati Bangsa itu Memelihara Hukum ELOHIM”. Saya gembira ketika mulai membaca ayat demi ayat yang berisi perintah-perintah dan ketetapan-ketetapan Tuhan yang disampaikan Nabi Musa kepada bangsa Israel. Tuhan telah membuat saya tidak berdaya tanpa-Nya. Membuat saya menyesali tahun-tahun kehidupan yang menjauh dari Tuhan. Pertobatan yang mendalam telah membuat saya rindu untuk mengetahui apa saja yang dikehendaki Tuhan untuk diperbuat oleh umat-umat-Nya, Maz 119:18–20 ; Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap Aku. Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu. Maz 25:4,5,7 ; Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah Aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Elohim yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN. (Ams 28:13,14, Maz 119:33,34). Dan Ulangan psl 4 ini, tepat seperti yang dibutuhkan jiwa saya. Jiwa yang dahaga akan firman Tuhan terasa disegarkan, tempat yang kosong, jauh di kedalaman hati, serasa diisi oleh apa yang paling dibutuhkan jiwa manapun di dunia. Tiba-tiba saya tertegun, ketika mata saya menelusuri ayat 15 dan 16;

“Hati-hatilah sekali- sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api- supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun; yang menyerupai laki-laki atau perempuan;”

Ada sesuatu yang menarik perhatian saya pada kedua ayat ini, entah apa. Saya membaca ulang kedua ayat tersebut dengan lebih perlahan dan berhati-hati, tepat ketika saya selesai membaca ulang ayat 16, tangan saya membalik halaman Alkitab dengan sekali membuka, dan mata saya langsung tertuju pada :

Yohanes 14:6; Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.Perhatian saya terus tertuju sampai ayat selanjutnya, ayat 7;” Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

Saya terkejut dan gembira, karena firman Tuhan ini termasuk firman yang sedang saya cari, saya rindu mengenal Yesus dan keilahian-Nya dengan lebih jelas. Tiba-tiba setelah selesai membaca ayat 7, diluar kehendak saya, tangan saya kembali membuka halaman Alkitab kearah belakang, dan mata saya tepat tertuju kembali pada ayat 15, selanjutnya ayat 16, Ulangan psl 4;

“Hati-hatilah sekali- sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api- supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun; yang menyerupai laki-laki atau perempuan;”

kali ini sambil membaca, gelombang kekejutan secara bertahap merasuki hati saya, seiring dengan pemahaman yang sungguh-sungguh baru dari ke-empat ayat dari dua kitab tadi. Saya terkejut dan mulai terisak oleh perasaan takut yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata ketika mulai menyadari bahwa Tuhan sedang memberitahu saya, membuka pikiran dan hati saya dengan terang kebenaran yang benar-benar baru, yang tidak pernah dipikirkan dengan sungguh-sungguh sebelumnya. Mata saya terbelalak, tapi disaat yang sama, hati saya terasa mengecil, saya takut, jangan-jangan kebenaran yang tiba-tiba Tuhan sodorkan untuk saya pahami ini, tidak tertanggungkan oleh saya. Kebenaran itu seakan-akan menelanjangi, membuat saya tercengang-cengang, termenung-menung dan malu, bagaimana kita umat-umat Tuhan berpikir selama ini? Bagaimana kita bisa melewatkan kebenaran ini? (Daniel 12:9 ; Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman”. Gal 3:22 ; Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya; 2 Kor 4:7 ; Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Elohim, bukan dari diri kami.)

Saudara-saudaraku yang dikasihi Yesus Kristus, kebenaran itu adalah: PATUNG ATAU GAMBAR ATAU APAPUN YANG DIMAKSUDKAN UNTUK MENGUMPAMAKAN “rupa” YESUS adalah BERHALA!”

Setahun kemudian, 21 Desember 2007, saya, puteri saya, dan seorang teman, berada di Manado. Meskipun beberapa hari sebelumnya saya teringat bahwa sebentar lagi tanggal 21 Desember tiba, yaitu hari ketika setahun sebelumnya, melalui Ulangan 4:15–16 dan Yohanes 14:6–7, Tuhan membuka kebenaran bahwa patung dan gambar yang mau mengumpamakan Yesus adalah berhala. Yang kesaksiannya sedang saya bagi-bagikan. Namun ketika tiba hari itu, 21 Desember 2007, saya benar-benar lupa. Roh Kudus lalu mengingatkan saya. Untuk beberapa detik saya seakan mengalami kembali peristiwa itu. Saya lalu tersentak, “jangan-jangan sekarang tanggal 21 Desember..” Segera saya memeriksa kalender, benar, hari itu 21 Desember 2007.

Setahun berikutnya, 21 Desember 2008 hampir tiba, saya berada di Bekasi. Kali ini saya tidak lupa, jauh-jauh hari sebelumnya saya sengaja mengingat-ingat, saya tahu bahwa 21 Desember adalah hari yang penting. Dan saya berpikir-pikir bagaimana saya akan merayakannya. Karena pada minggu tersebut, ibadah perayaan natal mulai diadakan dimana-mana, maka saya memutuskan untuk memperbanyak kesaksian “Kabar Baik! Kedok Penipuan Iblis Dibuka! Kebenaran Yang Memerdekakan.” sebanyak yang bisa saya lakukan, dan pada 21 Desember 2008 saya akan ikut ibadah natal salah satu gereja yang diadakan di Bekasi Cyber Park dan membagikannya disana, begitulah saya putuskan untuk mengisi hari itu, sebagai bentuk ucapan syukur.

Tiba pada 21 Desember 2008, sesuai rencana saya menuju Bekasi Cyber Park, saya melihat trotoar di depan jalan yang akan saya lewati untuk masuk ke Bekasi Cyber Park, dipenuhi pengemis. Laki-laki, perempuan dan anak-anak. Saya merogoh tas mengambil uang receh untuk diberikan kepada mereka yang akan saya lewati nanti. Ketika saya membagikan uang-uang itu kepada mereka yang saya lewati, serentak para pengemis laki-laki, perempuan dan anak-anak yang berada di sepanjang trotoar itu, berdiri dan berlari ke arah saya. Mereka begitu banyak. Dan saya bingung, uang saya tidak cukup untuk mereka semua. Saya tergoda untuk mengabaikan mereka yang baru datang, saya pikir, dari pada tidak kebagian semua, lebih baik tidak diberikan. Toh, saya sudah memberi pada beberapa diantara mereka sebelumnya. Saya pun mulai melangkah dengan rasa bersalah, mencoba keluar dari kerumunan itu. Tapi Roh Kudus berbisik lembut di hati saya: “Berikanlah, bukankah hari ini kau lagi senang?” Seketika itu juga saya terhenti, merogoh tas, mengambil uang dan membagikannya kepada mereka. Memang tidak kebagian semua, tapi saya melihat kegembiraan di wajah-wajah itu. Kalimat itu terus terngiang-ngiang di kepala saya “Berikanlah, bukankah hari ini kau lagi senang?” Dan hati saya menjadi benar-benar senang. Saya melangkah lebar dengan hati yang berdendang.

Ibrani 13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Elohim, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. 16 Dan janganlah lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Elohim.

Dua peristiwa ini cukup untuk membuat saya mengerti bahwa 21 Desember adalah hari yang istimewa di hadapan Tuhan. Hari yang harus dirayakan. Hari ketika Roh Kudus bersaksi bahwa Yesus adalah TUHAN (Yoh 15:26, Yoh 17:11), hari ketika Yesus dimuliakan (Yoh 16:14, Yoh 8:54), hari ketika Elohim menggenapi janji-Nya kepada Abraham (Mikah 7:18–20), hari ketika Elohim bangun untuk menyayangi Sion (Mazmur 102:13), Hari ketika Anak Domba itu membuka meterai kitab kebenaran, karena Ia telah membeli kita bagi Elohim dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa dengan darah-Nya (2 Kor 3:14, Wahyu 5:9,) Hari ketika Elohim, menyatakan kebenaran-Nya yang memerdekakan umat-Nya dari dosa dan penyesatan (Yoh 8:32). Hari ketika Yesus Kristus menjadi pengantara antara Elohim dan manusia (1 Timotius 2:5), Hari ketika Yesus Kristus menjadi pengantara perjanjian baru, Hari ketika Yesus Kristus menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama (Ibrani 9:15), Hari ketika kunci untuk membuka hikmat rahasia Elohim diberikan. Hikmat yang karena-Nya Kristus disalibkan. Hari ketika genap keputusan rahasia Elohim, seperti yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi. Hari ketika pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, Hari ketika Elohim Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada telah mulai memerintah sebagai raja, yaitu ketika malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya (Wahyu 10:7, 11:15–17, 5:12, Mazmur 96, 97, 98). Hari ketika pengetahuan akan kebenaran mulai dipulihkan (Hosea 6:11, 7:1). Hari ketika masa kebodohan berakhir (Kisah Para Rasul 17:29–30). Hari ketika batu sandungan diangkat dari jalan umat-Nya (Yesaya 8:13–14, 57:14, Mazmur 81:6), Hari ketika Tuhan mengoyakkan kain perkabungan (Yesaya 25:7), Hari ketika kesalahan negeri ini dihapus dalam satu hari saja (Zakharia 3:9, Ibrani 9:15, 26), Hari ketika Perjanjian Baru dimulai (Yeremia 31:31–34), perjanjian damai, perjanjian kekal (Yehezkiel 37:26, Yesaya 54:10). Hari ketika masa perkenanan tiba (2 Korintus 6:2, Yesaya 61:2). Hari ketika batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru (Mazmur 118:22). Hari yang sudah direncanakan sejak dunia belum dijadikan (1 Korintus 2:7–8).

Inilah Hari yang dijadikan Tuhan.

Mazmur 118:24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!

Hari ketika kita berseru:

Mazmur 118:25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!

Hari kita mengucap syukur.

Mazmur 118:28 Elohimku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Elohimku, aku hendak meninggikan Engkau. 29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Zakharia 3:9 Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara.”

Mazmur 102:18 Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN, 19 sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi, 20 untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh, 21 supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem, 22 apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada TUHAN.

Hari Raya kita.

Mazmur 81:3 Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita. 4 Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, suatu hukum dari Elohim Yakub.

Mazmur 118:27 TUHANlah Elohim, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah.

HaleluYah! HaleluYah! haleluYah! Terpujilah nama-Mu Bapa, Elohim semesta langit! Kami umat-Mu, mengucap syukur kepada-Mu, untuk kasih karunia-Mu yang dahsyat! Untuk kebenaran-Mu yang Engkau nyatakan melalui kesaksian Anak-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus, dan untuk pengampunan dosa kami. Beri kami pertolongan, beri kami kekuatan untuk mempersembahkan tubuh kami sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada-Mu (Roma 12:1).

Tidak berapa lama lagi 21 Desember akan tiba.

Ya YHWH, berilah kiranya keselamatan! Berilah kiranya kemujuran!

Salam damai sejahtera

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Sherly Grace Massie

2 Desember 2012


Page 2

Berikut ini adalah kutipan dari kesaksian “Kabar Baik! Kedok Penipuan Iblis Dibuka! Kebenaran Yang Memerdekakan.”:

“Di rumah kakak, pagi, 21 Desember 2006, kurang lebih pukul 8.00, saya membaca Alkitab di kamar. Seperti biasa, setelah berdoa, saya membaca Alkitab secara acak. Dan pagi itu, tangan saya membawa saya pada Ulangan Pasal 4, dengan perikop “Musa Menasihati Bangsa itu Memelihara Hukum ELOHIM”. Saya gembira ketika mulai membaca ayat demi ayat yang berisi perintah-perintah dan ketetapan-ketetapan Tuhan yang disampaikan Nabi Musa kepada bangsa Israel. Tuhan telah membuat saya tidak berdaya tanpa-Nya. Membuat saya menyesali tahun-tahun kehidupan yang menjauh dari Tuhan. Pertobatan yang mendalam telah membuat saya rindu untuk mengetahui apa saja yang dikehendaki Tuhan untuk diperbuat oleh umat-umat-Nya, Maz 119:18–20 ; Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap Aku. Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu. Maz 25:4,5,7 ; Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah Aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Elohim yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN. (Ams 28:13,14, Maz 119:33,34). Dan Ulangan psl 4 ini, tepat seperti yang dibutuhkan jiwa saya. Jiwa yang dahaga akan firman Tuhan terasa disegarkan, tempat yang kosong, jauh di kedalaman hati, serasa diisi oleh apa yang paling dibutuhkan jiwa manapun di dunia. Tiba-tiba saya tertegun, ketika mata saya menelusuri ayat 15 dan 16;

“Hati-hatilah sekali- sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api- supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun; yang menyerupai laki-laki atau perempuan;”

Ada sesuatu yang menarik perhatian saya pada kedua ayat ini, entah apa. Saya membaca ulang kedua ayat tersebut dengan lebih perlahan dan berhati-hati, tepat ketika saya selesai membaca ulang ayat 16, tangan saya membalik halaman Alkitab dengan sekali membuka, dan mata saya langsung tertuju pada :

Yohanes 14:6; Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.Perhatian saya terus tertuju sampai ayat selanjutnya, ayat 7;” Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

Saya terkejut dan gembira, karena firman Tuhan ini termasuk firman yang sedang saya cari, saya rindu mengenal Yesus dan keilahian-Nya dengan lebih jelas. Tiba-tiba setelah selesai membaca ayat 7, diluar kehendak saya, tangan saya kembali membuka halaman Alkitab kearah belakang, dan mata saya tepat tertuju kembali pada ayat 15, selanjutnya ayat 16, Ulangan psl 4;

“Hati-hatilah sekali- sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api- supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun; yang menyerupai laki-laki atau perempuan;”

kali ini sambil membaca, gelombang kekejutan secara bertahap merasuki hati saya, seiring dengan pemahaman yang sungguh-sungguh baru dari ke-empat ayat dari dua kitab tadi. Saya terkejut dan mulai terisak oleh perasaan takut yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata ketika mulai menyadari bahwa Tuhan sedang memberitahu saya, membuka pikiran dan hati saya dengan terang kebenaran yang benar-benar baru, yang tidak pernah dipikirkan dengan sungguh-sungguh sebelumnya. Mata saya terbelalak, tapi disaat yang sama, hati saya terasa mengecil, saya takut, jangan-jangan kebenaran yang tiba-tiba Tuhan sodorkan untuk saya pahami ini, tidak tertanggungkan oleh saya. Kebenaran itu seakan-akan menelanjangi, membuat saya tercengang-cengang, termenung-menung dan malu, bagaimana kita umat-umat Tuhan berpikir selama ini? Bagaimana kita bisa melewatkan kebenaran ini? (Daniel 12:9 ; Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman”. Gal 3:22 ; Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya; 2 Kor 4:7 ; Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Elohim, bukan dari diri kami.)

Saudara-saudaraku yang dikasihi Yesus Kristus, kebenaran itu adalah: PATUNG ATAU GAMBAR ATAU APAPUN YANG DIMAKSUDKAN UNTUK MENGUMPAMAKAN “rupa” YESUS adalah BERHALA!”

Setahun kemudian, 21 Desember 2007, saya, puteri saya, dan seorang teman, berada di Manado. Meskipun beberapa hari sebelumnya saya teringat bahwa sebentar lagi tanggal 21 Desember tiba, yaitu hari ketika setahun sebelumnya, melalui Ulangan 4:15–16 dan Yohanes 14:6–7, Tuhan membuka kebenaran bahwa patung dan gambar yang mau mengumpamakan Yesus adalah berhala. Yang kesaksiannya sedang saya bagi-bagikan. Namun ketika tiba hari itu, 21 Desember 2007, saya benar-benar lupa. Roh Kudus lalu mengingatkan saya. Untuk beberapa detik saya seakan mengalami kembali peristiwa itu. Saya lalu tersentak, “jangan-jangan sekarang tanggal 21 Desember..” Segera saya memeriksa kalender, benar, hari itu 21 Desember 2007.

Setahun berikutnya, 21 Desember 2008 hampir tiba, saya berada di Bekasi. Kali ini saya tidak lupa, jauh-jauh hari sebelumnya saya sengaja mengingat-ingat, saya tahu bahwa 21 Desember adalah hari yang penting. Dan saya berpikir-pikir bagaimana saya akan merayakannya. Karena pada minggu tersebut, ibadah perayaan natal mulai diadakan dimana-mana, maka saya memutuskan untuk memperbanyak kesaksian “Kabar Baik! Kedok Penipuan Iblis Dibuka! Kebenaran Yang Memerdekakan.” sebanyak yang bisa saya lakukan, dan pada 21 Desember 2008 saya akan ikut ibadah natal salah satu gereja yang diadakan di Bekasi Cyber Park dan membagikannya disana, begitulah saya putuskan untuk mengisi hari itu, sebagai bentuk ucapan syukur.

Tiba pada 21 Desember 2008, sesuai rencana saya menuju Bekasi Cyber Park, saya melihat trotoar di depan jalan yang akan saya lewati untuk masuk ke Bekasi Cyber Park, dipenuhi pengemis. Laki-laki, perempuan dan anak-anak. Saya merogoh tas mengambil uang receh untuk diberikan kepada mereka yang akan saya lewati nanti. Ketika saya membagikan uang-uang itu kepada mereka yang saya lewati, serentak para pengemis laki-laki, perempuan dan anak-anak yang berada di sepanjang trotoar itu, berdiri dan berlari ke arah saya. Mereka begitu banyak. Dan saya bingung, uang saya tidak cukup untuk mereka semua. Saya tergoda untuk mengabaikan mereka yang baru datang, saya pikir, dari pada tidak kebagian semua, lebih baik tidak diberikan. Toh, saya sudah memberi pada beberapa diantara mereka sebelumnya. Saya pun mulai melangkah dengan rasa bersalah, mencoba keluar dari kerumunan itu. Tapi Roh Kudus berbisik lembut di hati saya: “Berikanlah, bukankah hari ini kau lagi senang?” Seketika itu juga saya terhenti, merogoh tas, mengambil uang dan membagikannya kepada mereka. Memang tidak kebagian semua, tapi saya melihat kegembiraan di wajah-wajah itu. Kalimat itu terus terngiang-ngiang di kepala saya “Berikanlah, bukankah hari ini kau lagi senang?” Dan hati saya menjadi benar-benar senang. Saya melangkah lebar dengan hati yang berdendang.

Ibrani 13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Elohim, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. 16 Dan janganlah lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Elohim.

Dua peristiwa ini cukup untuk membuat saya mengerti bahwa 21 Desember adalah hari yang istimewa di hadapan Tuhan. Hari yang harus dirayakan. Hari ketika Roh Kudus bersaksi bahwa Yesus adalah TUHAN (Yoh 15:26, Yoh 17:11), hari ketika Yesus dimuliakan (Yoh 16:14, Yoh 8:54), hari ketika Elohim menggenapi janji-Nya kepada Abraham (Mikah 7:18–20), hari ketika Elohim bangun untuk menyayangi Sion (Mazmur 102:13), Hari ketika Anak Domba itu membuka meterai kitab kebenaran, karena Ia telah membeli kita bagi Elohim dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa dengan darah-Nya (2 Kor 3:14, Wahyu 5:9,) Hari ketika Elohim, menyatakan kebenaran-Nya yang memerdekakan umat-Nya dari dosa dan penyesatan (Yoh 8:32). Hari ketika Yesus Kristus menjadi pengantara antara Elohim dan manusia (1 Timotius 2:5), Hari ketika Yesus Kristus menjadi pengantara perjanjian baru, Hari ketika Yesus Kristus menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama (Ibrani 9:15), Hari ketika kunci untuk membuka hikmat rahasia Elohim diberikan. Hikmat yang karena-Nya Kristus disalibkan. Hari ketika genap keputusan rahasia Elohim, seperti yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi. Hari ketika pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, Hari ketika Elohim Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada telah mulai memerintah sebagai raja, yaitu ketika malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya (Wahyu 10:7, 11:15–17, 5:12, Mazmur 96, 97, 98). Hari ketika pengetahuan akan kebenaran mulai dipulihkan (Hosea 6:11, 7:1). Hari ketika masa kebodohan berakhir (Kisah Para Rasul 17:29–30). Hari ketika batu sandungan diangkat dari jalan umat-Nya (Yesaya 8:13–14, 57:14, Mazmur 81:6), Hari ketika Tuhan mengoyakkan kain perkabungan (Yesaya 25:7), Hari ketika kesalahan negeri ini dihapus dalam satu hari saja (Zakharia 3:9, Ibrani 9:15, 26), Hari ketika Perjanjian Baru dimulai (Yeremia 31:31–34), perjanjian damai, perjanjian kekal (Yehezkiel 37:26, Yesaya 54:10). Hari ketika masa perkenanan tiba (2 Korintus 6:2, Yesaya 61:2). Hari ketika batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru (Mazmur 118:22). Hari yang sudah direncanakan sejak dunia belum dijadikan (1 Korintus 2:7–8).

Inilah Hari yang dijadikan Tuhan.

Mazmur 118:24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!

Hari ketika kita berseru:

Mazmur 118:25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!

Hari kita mengucap syukur.

Mazmur 118:28 Elohimku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Elohimku, aku hendak meninggikan Engkau. 29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Zakharia 3:9 Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara.”

Mazmur 102:18 Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN, 19 sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi, 20 untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh, 21 supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem, 22 apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada TUHAN.

Hari Raya kita.

Mazmur 81:3 Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita. 4 Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, suatu hukum dari Elohim Yakub.

Mazmur 118:27 TUHANlah Elohim, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah.

HaleluYah! HaleluYah! haleluYah! Terpujilah nama-Mu Bapa, Elohim semesta langit! Kami umat-Mu, mengucap syukur kepada-Mu, untuk kasih karunia-Mu yang dahsyat! Untuk kebenaran-Mu yang Engkau nyatakan melalui kesaksian Anak-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus, dan untuk pengampunan dosa kami. Beri kami pertolongan, beri kami kekuatan untuk mempersembahkan tubuh kami sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada-Mu (Roma 12:1).

Tidak berapa lama lagi 21 Desember akan tiba.

Ya YHWH, berilah kiranya keselamatan! Berilah kiranya kemujuran!

Salam damai sejahtera

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Sherly Grace Massie

2 Desember 2012

Gallery Hari Ini Hari Yang Telah Dijadikan Tuhan

Pdf A Jawi Sourcebook For The Study Of Malay Palaeography

Hari Ini Hari Yang Telah Dijadikan Tuhan

Lagu Pujian Paskah 20 April 2014 Docx Document

Bible In Bahasa Indonesian Alkitab Posts Facebook

Panen Dengan Darah Kami

Lagu Pujian

Surah Az Zukhruf Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia

Vna Of Me Blog Kecantikan Dan Kesehatan

Download Hari Ini Hari Yang Telah Dijadikan Tuhan Lagu Mp3

Ibadat Jumaat Agung Di Katedral St Mary Sandakan Google

Bersuka Lagu Sekolah Minggu

Hari Ini Hari Yang Telah Dijadikan Tuhan Cover Chords

Bersuka Dalam Tuhan Hari Ini Hari Yang Telah Dijadikan Tuhan

Prefixation And Reduplication In Malay An Optimality

No Free Sex And Abortion Seminar On May 29th 2018 At Gpi

Home Execute A Book By Drew Wilson Josh Long

Richard Angelus Thoughts November 2018

Bisnis Azaria Produk Kecantikan Bonus Besar

Steorn

Evolution Facts

Islamic Book Tumblr


Belum ada Komentar untuk "Hari Ini Hari Yang Telah Dijadikan Tuhan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel